Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Drs. H. Zulparman, MA, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi Sosial, Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat dan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, menghadiri rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar MUI Kota Medan pada Senin, 8 Desember.
Rapat yang berlangsung di ruang ketua umum MUI Kota Medan itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., serta dihadiri Wakil Ketua Umum Drs. H. Burhanuddin Damanik, MA, Ketua Komisi Sosial, Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat dan Bencana Drs. Zulkarnaen Sitanggang, MA, serta jajaran pengurus Bilal Mayit Indonesia (BMI) Kota Medan.
Pertemuan tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap berbagai peristiwa bencana yang terjadi di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Aceh. Dalam rapat ini, MUI Kota Medan menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan moral, spiritual, dan kemanusiaan bagi para korban.
Dalam pemaparannya, H. Zulparman menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dampak bencana. Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam memberikan ketenangan batin sekaligus memastikan layanan keagamaan bagi masyarakat terdampak tetap terlaksana.
“Kita perlu bekerja bersama agar penanganan bencana berjalan tepat sasaran. Selain bantuan materil, masyarakat juga membutuhkan pendampingan spiritual dan layanan keagamaan yang sesuai tuntunan syariat,” ucap Zulparman.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan tim fardhu kifayah terutama dalam situasi darurat, ketika penanganan jenazah membutuhkan kecepatan dan ketepatan tanpa mengabaikan kaidah syariat.
“Dalam kondisi bencana, sering kali proses fardhu kifayah menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kita harus menyiapkan tim yang terlatih dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum mengapresiasi kehadiran dan komitmen berbagai pihak, termasuk BMI Kota Medan, dalam memperkuat solidaritas dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“MUI harus hadir untuk umat. Kita memastikan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga membawa ketenangan, nilai-nilai kemanusiaan, dan semangat kebersamaan,” ujar Hasan Matsum dalam kesempatan tersebut.
Rapat ditutup dengan penyusunan langkah tindak lanjut berupa penguatan kerja sama antara MUI dan BMI, persiapan teknis fardhu kifayah, serta penyusunan jadwal pemberangkatan tim ke wilayah terdampak bencana.
Melalui rapat koordinasi ini, MUI Kota Medan berharap dapat semakin optimal dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat kemanusiaan.

