Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh kelompok rentan, termasuk korban penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan rohani yang berkelanjutan, para penyuluh hadir memberikan penguatan iman dan mental bagi para residen yang sedang menjalani masa rehabilitasi.
Pelayanan tersebut secara konsisten dilaksanakan oleh dua Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan, yakni Drammes Lumbantobing, S.Th, M.Pd.K, Penyuluh Kecamatan Medan Perjuangan, dan Sindar Purba, M.Pd, Penyuluh Kecamatan Medan Sunggal. Keduanya rutin melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) rohani di Yayasan Rehabilitasi Kiki Alam Jaya yang berlokasi di Jalan Seroja Raya No. 40, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Pada kegiatan yang berlangsung Senin, 8 Desember 2025, kehadiran penyuluh disambut antusias oleh para residen. Melalui ibadah bersama, konseling pastoral, dan diskusi interaktif, para penyuluh berupaya membangun kembali kepercayaan diri dan harapan hidup para korban penyalahgunaan narkoba.
Drammes Lumbantobing menyampaikan bahwa proses pemulihan tidak dapat hanya mengandalkan aspek fisik dan medis semata, melainkan harus disertai pemulihan mental dan spiritual yang mendalam.
“Kami hadir di sini untuk mengingatkan saudara-saudara kita bahwa mereka sangat berharga di mata Tuhan. Tugas kami adalah membangkitkan kembali harapan hidup mereka yang sempat redup, serta menanamkan nilai-nilai Kristiani agar mereka memiliki kekuatan iman untuk menolak kembali ke masa lalu yang kelam,” ujarnya.
Sementara itu, Sindar Purba menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi dalam pelayanan umat. Ia menilai bahwa kerja bersama lintas wilayah merupakan wujud nyata kepedulian penyuluh terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk hadir secara rutin. Di Yayasan Kiki Alam Jaya ini, kami melakukan ibadah bersama, konseling pastoral, hingga diskusi interaktif. Tujuannya agar para residen merasa diterima kembali dan siap berintegrasi ke masyarakat sebagai pribadi yang baru setelah masa rehabilitasi selesai,” ungkap Sindar.
Pihak Yayasan Kiki Alam Jaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rutin Penyuluh Agama Kristen serta Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan. Sinergi antara lembaga rehabilitasi dan tokoh agama dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan perilaku dan mental para penyalahguna narkoba.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pendampingan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian dan pembinaan khusus. Melalui bimbingan rohani yang berkelanjutan, diharapkan para residen tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mengalami pemulihan iman yang utuh, sehingga mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang sehat, beriman, dan produktif.

