Medan (Humas) — Suasana khidmat menyelimuti Polsek Medan Timur, Jalan Jawa No. 5, Kelurahan Gg. Buntu, Kecamatan Medan Timur, saat kegiatan Pelayanan Rohani kembali digelar oleh Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan. Kegiatan pembinaan rutin ini membawa misi memperkuat moral, mental, dan spiritual warga binaan, yang kali ini diperdalam melalui pendekatan Ekoteologi. Dipimpin oleh Freddy Manik, S.Pd, pelayanan tersebut mengajak warga binaan memahami hubungan harmonis yang melibatkan Tuhan, sesama manusia, serta alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Kamis (10/12/2025).
Dalam khotbahnya, Freddy Manik menegaskan bahwa Firman Tuhan merupakan sumber kekuatan yang menuntun manusia keluar dari kegelapan. “Firman adalah pelita yang menembus gelap dan menyingkapkan apa yang selama ini tersembunyi dalam hidup kita,” ujarnya. Namun ia menambahkan bahwa kebenaran ini tidak hanya menyentuh dimensi hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan alam. “Relasi kita dengan ciptaan tidak dapat dipisahkan dari relasi kita dengan Tuhan. Saat manusia merusak diri atau sesamanya, ia sebenarnya sedang merusak alam yang menjadi anugerah Tuhan,” lanjutnya.
Melalui lensa Ekoteologi, Freddy mengajak warga binaan melihat diri sebagai bagian dari keutuhan ciptaan Tuhan. Ia menekankan bahwa sikap manusia terhadap lingkungan sering kali mencerminkan kondisi spiritual dalam diri mereka. “Kesadaran diri yang terkoreksi harus berjalan seiring dengan kesadaran bahwa kita adalah penatalayan bumi, penjaga ciptaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita,” katanya. Pemulihan spiritual, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghargai siklus kehidupan dan menjaga kelestarian alam.
Para warga binaan diajak memahami bahwa konsep persatuan yang berkenan di hati Tuhan tidak hanya berbicara tentang hubungan antarmanusia, tetapi juga tentang relasi manusia dengan alam yang menjadi rumah bersama. Freddy menjelaskan, “Ketika manusia membangun harmoni dengan Tuhan dan sesama, ia juga dipanggil untuk berdamai dengan alam. Shalom tidak lengkap tanpa kedamaian dengan seluruh ciptaan.”
Dengan pendekatan ini, Kemenag Kota Medan berharap pembinaan rohani dapat menjadi katalisator bagi perubahan yang menyeluruh. Pelayanan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap hidup yang bertanggung jawab, baik secara spiritual maupun ekologis, serta mendorong warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih utuh.
Setelah sesi firman, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama yang turut dihadiri perwakilan Polsek Medan Timur. Pihak Polsek menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan pembinaan rohani, tetapi juga mendorong para binaan untuk memperbaiki sikap dan karakter mereka secara positif,” ujar salah satu perwakilan.
Kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang membawa kedamaian, perubahan, dan harapan baru bagi warga binaan, sekaligus menjadi inspirasi hidup selaras dengan Tuhan, sesama, dan seluruh ciptaan.

