Penyuluh Katolik kepada Warga Binaan LPKA Kelas I Medan: Miliki Semangat Menerima Didikan dan Mendengarkan Suara Hati

Medan (Humas) Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan tugas pembinaan keagamaan dan mental bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan pada Kamis (11/2025). Kegiatan yang berlangsung di LPKA Tanjung Gusta ini diisi oleh Penyuluh Agama Katolik Kota Medan, Marulam Nainggolan, S.S., didampingi Penata Layanan Operasional Boris Gultom, S.Ag., sebagai bagian dari pelayanan rutin pemerintah dalam mendampingi perkembangan moral-spiritual anak binaan.

Dalam penyampaiannya, Marulam menegaskan pentingnya membuka hati untuk menerima kehendak Allah yang hadir melalui didikan para pembina, petugas lapas, serta para pelayan. Penyelenggara Katolik menilai bahwa proses pembinaan tidak hanya bersifat administratif dan disipliner, tetapi juga merupakan kesempatan bagi para remaja untuk mendengarkan ajaran moral serta suara hati yang telah Tuhan anugerahkan sebagai pedoman hidup. Inspirasi pembinaan ini diambil dari Matius 11:11-15.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bimas Katolik untuk menekankan bahwa suara hati merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter, seperti yang Yesus katakan, ‘Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar”. Warga binaan diajak untuk menyadari bahwa perubahan hidup dimulai dari kemauan untuk belajar, menerima koreksi dengan rendah hati, serta berani memperbaiki diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menumbuhkan pribadi yang matang secara spiritual dan emosional.

Sepanjang jalannya kegiatan, peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti materi. Respons positif ini menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan yang diberikan Penyelenggara Katolik mampu menyentuh kebutuhan batin warga binaan secara nyata. Diskusi yang hidup dan keaktifan peserta menjadi indikator bahwa mereka mulai memahami pentingnya proses pendewasaan diri melalui arahan yang diterima di LPKA. Dengan kematangan pribadi yang rela mendengar, warga binaan tentu siap menjadi warga yang baik.

Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi warga binaan, terutama dalam pembentukan karakter yang berdaya guna. Diharapkan, setelah kembali ke tengah masyarakat, para remaja ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan siap menjalani masa depan dengan nilai moral dan spiritual yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *