Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan memberikan bimbingan dan penguatan keagamaan kepada masyarakat di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Medan, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh dalam memberikan pendampingan, motivasi, dan penguatan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian serta dukungan dalam menjalani proses kehidupan. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, M. Iqbal, menyampaikan pesan tentang pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.
Dalam penyampaiannya, Iqbal mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki masa lalu, pengalaman, dan perjalanan hidup yang berbeda. Kesalahan yang pernah dilakukan seseorang, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus memberikan stigma ataupun menutup kesempatan bagi orang tersebut untuk berubah. Masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran agar seseorang mampu memperbaiki diri dan mengambil langkah yang lebih baik.
“Setiap orang punya masa lalu dan kisahnya masing-masing, tetapi setiap orang juga memiliki hak untuk berubah dan memilih jalan hidup yang lebih baik. Karena itu, jangan sampai kesalahan masa lalu membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya,” ujar Iqbal.
Iqbal menekankan bahwa proses perubahan membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Sikap saling menghargai, memberikan motivasi, dan membuka ruang bagi seseorang untuk memperbaiki diri dapat membantu proses tersebut berjalan lebih baik. Sebaliknya, stigma dan perlakuan yang merendahkan dapat menjadi hambatan bagi seseorang untuk bangkit dari pengalaman masa lalu.
“Jangan menjadikan masa lalu seseorang sebagai alasan untuk menghina, mengucilkan, merendahkan, ataupun terus membandingkannya dengan orang lain. Setiap orang membutuhkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iqbal mengajak peserta untuk tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan dan tidak berhenti berusaha memperbaiki diri. Menurutnya, masa depan tidak semestinya hanya dilihat dari apa yang pernah terjadi, tetapi juga dari kemauan seseorang untuk melakukan perubahan. Dukungan, motivasi, serta lingkungan yang positif dapat menjadi bagian penting dalam membantu seseorang membangun kembali kepercayaan diri dan kehidupannya.
“Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menentukan seluruh masa depan kita, karena selalu ada kesempatan untuk bangkit, berubah, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Yang penting adalah kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan tidak menyerah pada keadaan,” tuturnya.
Ia juga mengajak peserta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pegangan dalam menjalani proses perubahan. Memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak melakukan kebaikan, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai bahan evaluasi merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Selain itu, sikap saling menghormati dan memberikan dukungan kepada sesama perlu terus ditumbuhkan agar tercipta lingkungan yang lebih manusiawi, positif, dan penuh kepedulian.
Kegiatan bimbingan di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran penyuluh di lingkungan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk menjalani proses perubahan secara positif. Melalui semangat “Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berkarya”, pembinaan keagamaan diharapkan terus memberikan manfaat serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

