Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui peran aktif para Penyuluh Agama Islam. Salah satu bentuk pelayanan tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Medan, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan spiritual kepada pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan agar tetap memiliki ketenangan batin, kesabaran, dan optimisme dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kegiatan bimbingan rohani tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, keduanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang mengajak pasien dan keluarga untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan ikhtiar dan doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses memperoleh kesembuhan.
Dalam penyampaiannya, Imam Pratomo mengingatkan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah dan menjadi kesempatan bagi seorang hamba untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Ia menekankan bahwa kesabaran, ikhtiar, dan doa merupakan tiga hal yang harus berjalan beriringan agar setiap ujian dapat dihadapi dengan penuh ketenangan dan keyakinan kepada Allah SWT.
“Sakit bukanlah akhir dari harapan, melainkan salah satu bentuk ujian yang mengajarkan kesabaran dan ketawakalan. Tetaplah berikhtiar dengan menjalani pengobatan dan iringi setiap usaha dengan doa serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan jalan terbaik bagi hamba-Nya,” ujar Imam Pratomo.
Senada dengan itu, Amri Sembiring mengajak pasien dan keluarga untuk menjaga semangat, memperbanyak zikir, serta tidak kehilangan harapan dalam menghadapi masa-masa sulit. Menurutnya, kekuatan spiritual yang terus dipelihara akan memberikan ketenangan hati dan menjadi penyemangat bagi pasien dalam menjalani proses pengobatan.
“Dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan sebagaimana janji Allah SWT. Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa, perbanyak mengingat Allah, dan saling menguatkan antaranggota keluarga agar hati tetap tenang dan penuh harapan dalam menjalani proses penyembuhan,” tutur Amri Sembiring.
Bimbingan rohani ini diharapkan semakin memperkuat peran Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat. Melalui kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit, diharapkan pasien dan keluarga memperoleh penguatan iman, ketenangan jiwa, serta motivasi untuk tetap optimis dan bertawakal kepada Allah SWT selama menjalani proses pengobatan.

