H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan Ajak Santri Junjung Sportivitas dalam Porsadin VII Sumatera Utara

Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (Porsadin) ke-VII tingkat Provinsi Sumatera Utara di Kampus II Taman Pendidikan Islam (TPI), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, ini diikuti 324 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Impun Siregar menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi kepada para santri agar mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, Porsadin diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi, mempererat persaudaraan, dan membentuk karakter yang berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Impun Siregar menekankan bahwa Porsadin bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga bagian dari proses pendidikan karakter bagi para santri. Menurutnya, setiap peserta perlu menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar menghargai orang lain. Ia mengingatkan bahwa sikap jujur, disiplin, dan saling menghormati harus tetap dijaga selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh para santri tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk kepribadian yang lebih baik.

Lebih lanjut, Impun Siregar mengajak seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Ia menyampaikan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan karena proses belajar, usaha, dan sikap selama berkompetisi juga memiliki arti penting. “Saya berharap seluruh santri dapat mengikuti Porsadin ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta saling menghormati satu sama lain. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi, mempererat persaudaraan, dan membuktikan bahwa prestasi dapat diraih tanpa meninggalkan akhlak mulia,” pesannya. Ia juga berharap para peserta dapat menerima hasil perlombaan dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Sementara itu, Porsadin ke-VII tingkat Provinsi Sumatera Utara mempertandingkan berbagai cabang dalam bidang seni, keagamaan, dan olahraga. Cabang seni dan keagamaan meliputi Tahfidz Juz Amma, MQK Safinatunnaja, Cerdas Cermat Diniyah, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, MTQ, serta sejumlah perlombaan lainnya. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain lari sprint 100 meter, bulu tangkis tunggal, dan tenis meja tunggal. Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan bakat sekaligus mengembangkan keterampilan sesuai minat masing-masing.

Senada dengan hal itu, penyelenggaraan Porsadin menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan santri pendidikan diniyah takmiliyah di Sumatera Utara. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota juga membuka ruang bagi terjalinnya silaturahmi serta pertukaran pengalaman antarlembaga pendidikan. Selain itu, kompetisi ini diharapkan dapat mendorong para santri untuk terus mengasah kemampuan dalam bidang keagamaan, seni, dan olahraga. Peserta yang meraih prestasi di tingkat provinsi diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat nasional.

Pembukaan Porsadin ke-VII turut dihadiri perwakilan DPP FKDT Pusat, Dr. Ishak Nasution, Ketua FKDT Sumatera Utara Khalid Daulay, Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution, serta Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Medan, H. Ahmad Faisal Nasution, M.H.I. Selain itu, hadir pula sejumlah kepala kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, pengurus FKDT se-Sumatera Utara, dan undangan lainnya. Kehadiran para pejabat Kementerian Agama dan pengurus FKDT tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan pendidikan diniyah takmiliyah serta peningkatan kualitas generasi muda Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir santri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung sportivitas, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *