Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. Abdullah Hakim, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Huda, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “4 Cara Membersihkan Hati dari Iri, Dengki, dan Sombong” sebagai upaya memperkuat pembinaan akhlak di tengah masyarakat. Penyuluhan tersebut mengajak jamaah untuk menjaga kebersihan hati sebagai bagian penting dari keimanan seorang muslim. Selain itu, jamaah diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik serta mempererat hubungan antarsesama. Ia mengingatkan bahwa iri, dengki, dan sombong merupakan sifat yang dapat merusak keimanan apabila tidak dikendalikan. Jamaah juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan yang dapat menjaga hati tetap bersih. Dengan demikian, pembinaan ini menjadi pengingat agar setiap muslim terus memperbaiki kualitas diri.
H. Abdullah Hakim kemudian menguraikan empat langkah yang dapat dilakukan untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela tersebut. Ia menekankan bahwa upaya membersihkan hati perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik dalam ibadah maupun ketika berinteraksi dengan orang lain. “Mari kita memperbanyak zikir dan istighfar, mensyukuri nikmat Allah Swt., membiasakan mendoakan kebaikan bagi orang lain, serta menanamkan sikap rendah hati agar hati kita terhindar dari iri, dengki, dan kesombongan,” pesannya. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tumbuh menjadi kebiasaan yang membentuk akhlak mulia.
Sementara itu, kegiatan bimbingan keagamaan ini juga menjadi wadah bagi jamaah untuk mempererat silaturahmi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Suasana kebersamaan selama penyuluhan mendorong jamaah untuk berdiskusi dan memperkuat pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, interaksi di lingkungan majelis taklim diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas keimanan. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Senada dengan hal itu, H. Abdullah Hakim mengajak jamaah agar tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa perbaikan akhlak perlu dimulai dari diri sendiri, termasuk dengan menjaga lisan, menghindari prasangka buruk, dan membiasakan diri berbuat baik kepada sesama. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang mengendalikan sifat tercela sekaligus menumbuhkan kerendahan hati. Dengan membiasakan perilaku positif, jamaah diharapkan mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan akhlak menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, dan peduli terhadap sesama. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong jamaah untuk terus memperbaiki diri dan menjaga kebersihan hati dalam berbagai situasi. Dengan hati yang bersih, jamaah diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh rasa syukur, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

