Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan pembinaan akhlak umat, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Belawan, Muhammad Fathul Husni, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Al Ikhlas, Jalan Cilacap Barat, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang diikuti jamaah majelis taklim tersebut mengangkat tema “Orang Sombong Pacarnya Setan” dengan pembahasan mengenai pentingnya menghindari sifat sombong berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Melalui penyuluhan ini, para jamaah diajak memahami bahaya kesombongan serta pentingnya menumbuhkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materinya, Muhammad Fathul Husni menjelaskan bahwa kesombongan merupakan salah satu sifat tercela yang sangat dibenci Allah SWT. Sifat tersebut tidak hanya merusak hubungan antarsesama manusia, tetapi juga dapat menjauhkan seseorang dari rahmat dan petunjuk Allah.
Ia mengingatkan bahwa kesombongan pertama kali ditunjukkan oleh Iblis ketika menolak perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam AS karena merasa dirinya lebih mulia. Oleh sebab itu, umat Islam harus menjauhi sikap merasa lebih baik, lebih pintar, atau lebih tinggi dibandingkan orang lain.
Menurut Muhammad Fathul Husni, pembinaan akhlak harus terus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk jamaah majelis taklim, agar nilai-nilai Islam dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan hubungan sosial yang harmonis.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa sikap tawadhu atau rendah hati merupakan salah satu ciri orang beriman yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah maupun sesama manusia.
“Kesombongan adalah sifat yang dapat menutup hati seseorang dari kebenaran. Al-Qur’an dan Hadis mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, menghargai sesama, dan menyadari bahwa semua kelebihan yang kita miliki merupakan karunia dari Allah SWT. Karena itu, jangan sampai kita merasa lebih baik dari orang lain, sebab sikap sombong hanya akan mendatangkan kerugian dalam kehidupan dunia maupun akhirat,” ujar Muhammad Fathul Husni.
Ia juga mengajak jamaah untuk membiasakan sikap tawadhu dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam aktivitas ibadah sehari-hari sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme. Para jamaah aktif mengikuti penyampaian materi serta berdiskusi mengenai berbagai bentuk kesombongan yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari dan cara menghindarinya sesuai tuntunan agama.
Melalui kegiatan Bimluh ini, Kemenag Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang relevan bagi masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sebagai bekal dalam membangun kehidupan yang harmonis, rukun, dan berlandaskan ajaran Islam.

