Kemenag Medan Dampingi Guru Agama Hindu dalam Sosialisasi Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS

Medan (Humas) – Plt. Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Medan diwakili oleh stafnya, Danraaz, mendampingi guru agama Hindu Kota Medan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penguatan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA serta Penularan HIV/AIDS Tahun 2026, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya serta pencegahan penularan HIV/AIDS. Pendampingan tersebut menjadi bentuk dukungan Kemenag Kota Medan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepedulian tenaga pendidik terhadap persoalan kesehatan dan sosial. Melalui kegiatan ini, guru agama diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan aman bagi peserta didik.

Danraaz menyampaikan bahwa guru agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda. Selain memberikan pembelajaran spiritual, guru juga diharapkan mampu membimbing peserta didik agar memahami risiko perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka. “Guru Agama Hindu memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai dharma dan karakter mulia kepada peserta didik. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen edukasi yang efektif dalam mengampanyekan pola hidup sehat dan menjauhi bahaya NAPZA serta HIV/AIDS di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Danraaz.

Selain itu, pemahaman mengenai bahaya NAPZA dan HIV/AIDS perlu disampaikan secara tepat agar informasi yang diterima peserta didik tidak menimbulkan kesalahpahaman. Guru agama dapat berperan dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan siswa, sekaligus menanamkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri. Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi para guru dalam mengenali pentingnya pencegahan serta mendorong perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda.

Sementara itu, sosialisasi ini menjadi sarana bagi para tenaga pendidik untuk memperluas wawasan mengenai dampak penyalahgunaan zat berbahaya dan persoalan HIV/AIDS. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun pembinaan karakter peserta didik. Para guru juga diharapkan mampu menyampaikan pesan pencegahan dengan pendekatan edukatif, bijaksana, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. Upaya tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.

Senada dengan hal itu, pembinaan generasi muda membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik, keluarga, dan instansi terkait. Guru agama memiliki kesempatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai dharma, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesehatan dalam pembelajaran sehari-hari. Selain itu, edukasi yang berkelanjutan dapat membantu peserta didik mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan mereka. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan meningkatkan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS.

Kemenag Kota Medan terus mendukung kegiatan pembinaan yang mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik keagamaan. Pendampingan dalam sosialisasi ini diharapkan memperkuat peran guru agama Hindu dalam memberikan edukasi dan membangun karakter peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat serta menjauhi penyalahgunaan NAPZA. Melalui upaya berkelanjutan, diharapkan tercipta generasi muda yang berkarakter, peduli terhadap kesehatan, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *