Medan (Humas) – Menumbuhkan budaya belajar dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat terus menjadi perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas. Melalui berbagai kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KUA berupaya mendorong masyarakat untuk menjadikan ilmu sebagai fondasi dalam menjalankan ajaran Islam dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang menginstruksikan seluruh penyuluh agama, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar terus menghadirkan pelayanan serta bimbingan keagamaan yang edukatif, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) Subuh di Majelis Taklim Muslimin, Gang Perbatasan, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Selasa (15/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri pengurus masjid dan puluhan jamaah tersebut mengangkat tema “Pentingnya Ilmu dalam Kehidupan Seorang Muslim”, dengan berlandaskan sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar.”
Dalam tausiyahnya, Syarto menegaskan bahwa ilmu merupakan pintu utama menuju kebenaran dan menjadi bekal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Menurutnya, setiap amal ibadah yang dilakukan harus dilandasi oleh ilmu agar terlaksana sesuai tuntunan syariat.
“Tidak ada jalan menuju pengamalan agama yang benar tanpa ilmu yang benar. Seseorang tidak mungkin dapat melaksanakan ibadah dengan baik jika tidak memahami tata cara dan ketentuannya sebagaimana yang diajarkan dalam Islam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pentingnya ilmu dapat dipahami melalui berbagai contoh dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak akan mampu melaksanakan salat dengan benar tanpa mengetahui syarat, rukun, dan tata caranya. Begitu pula ibadah haji yang memerlukan pemahaman tentang manasik dan ketentuan fikih agar dapat dilaksanakan secara sah dan sempurna.
“Orang yang mendapatkan petunjuk dan kebahagiaan hidup adalah mereka yang berusaha memahami ajaran Allah dan Rasul-Nya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menuntut ilmu merupakan kebutuhan setiap muslim sepanjang hayat,” jelasnya.
Dalam kajian tersebut, Syarto juga mengutip penjelasan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari yang menegaskan pentingnya ilmu sebelum amal melalui kaidah yang masyhur, “Ilmu sebelum beramal.”
Menurutnya, prinsip tersebut menunjukkan bahwa setiap amal harus dibangun di atas pengetahuan yang benar agar memiliki nilai ibadah dan diterima di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa hakikat ilmu berasal dari Allah SWT, sedangkan manusia hanya diberikan sebagian kecil dari ilmu yang dimiliki-Nya. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki, tetapi harus terus belajar dan memperbaiki diri.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan enam proses penting dalam memperoleh dan menguatkan ilmu pengetahuan, yaitu membaca, mendengar, menghafal, berdiskusi, mengajar, serta belajar dan berlatih mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
“Ilmu bukan hanya untuk diketahui. Ilmu harus dipahami, dijaga, diamalkan, dan diwariskan. Ketika ilmu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, maka manfaatnya akan terus mengalir dan menjadi investasi kebaikan yang tidak terputus,” tuturnya.
Suasana kajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para jamaah tampak serius mengikuti materi yang disampaikan karena tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi kebutuhan dasar setiap muslim dalam menjalankan ajaran agamanya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai metode belajar agama yang efektif, pentingnya menghadiri majelis ilmu, serta cara menjaga semangat menuntut ilmu di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ilmu sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan agar Allah SWT menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, kemudahan dalam mengamalkannya, serta menjadikan ilmu sebagai jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia maupun akhirat. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para jamaah melaksanakan salat Isyraq secara munfarid sebelum kembali menjalankan aktivitas masing-masing.
Melalui kegiatan BIMLUH yang dilaksanakan secara rutin, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap semangat menuntut ilmu terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan ilmu yang benar, diharapkan lahir generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan ajaran Islam secara bijaksana dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

