KUA Medan Amplas Perkuat Pembinaan Umat, Penyuluh Ajak Jamaah Jaga Hati dan Hindari Kezaliman Diri

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pembinaan keagamaan melalui peran aktif penyuluh agama Islam agar mampu memberikan dampak positif dan nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., di ruang kerjanya, Selasa (12/05/2026).

Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan edukasi, pencerahan, serta pembimbingan umat melalui kegiatan dakwah yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama harus mampu menjadi solusi sekaligus penguat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat dengan membawa pesan-pesan keislaman yang menyejukkan, membina umat, dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar H. M. Lukman Hakim Hasibuan.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan pembinaan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., kembali melaksanakan kegiatan tausiyah di Majelis Taklim Muslimin yang berlangsung di Masjid Muslimin, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (7/5/2026).

Dalam tausiyahnya, Dr. Syarto menyampaikan materi bertajuk “Jangan Menzalimi Diri: Memuliakan Bulan Haram dan Menjaga Hati”. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan serta menjaga perilaku selama bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Menurutnya, memuliakan bulan haram tidak hanya dilakukan dengan memperbanyak ibadah, tetapi juga dengan menjaga diri dari perbuatan dosa, permusuhan, dan berbagai bentuk kezaliman, termasuk kezaliman terhadap diri sendiri.

“Menjaga hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk merupakan bagian penting dari upaya memuliakan bulan haram. Seorang muslim hendaknya memperbanyak amal saleh dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” ungkap Dr. Syarto di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati dan memperkuat akhlak mulia sebagai pondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat. Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan sikap yang bijaksana, damai, dan penuh kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tausiyah berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir. Jamaah tampak aktif menyimak materi dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperdalam pemahaman agama.

Melalui kegiatan penyuluhan agama yang berkesinambungan, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap para penyuluh agama terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta berakhlak mulia sesuai dengan semangat program “KUA Berdampak”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *