Medan (Humas) — Dalam upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang berdampak di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto, Lc., M.A., menyampaikan kajian Maghrib-Isya di Masjid Muslimin, Jalan Bajak I, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang terus mendorong seluruh penyuluh agama agar aktif memberikan pembinaan dan pencerahan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Kajian berlangsung hangat dan penuh antusias dengan dihadiri pengurus masjid serta puluhan jamaah dari lingkungan sekitar. Dalam kesempatan itu, Dr. Syarto mengangkat pembahasan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menuntut ilmu, membiasakan akhlak mulia, dan menjaga diri dari keburukan.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar, dan sifat santun diperoleh dengan melatih diri untuk santun. Barang siapa berusaha mencari kebaikan, niscaya ia akan diberi kebaikan. Dan barang siapa menjaga diri dari keburukan, niscaya ia akan dilindungi darinya.”
Dr. Syarto menjelaskan bahwa ilmu tidak diperoleh secara instan, melainkan harus diraih melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, kesabaran, dan ketekunan. Begitu pula dengan akhlak yang baik seperti santun, sabar, dan rendah hati, menurutnya harus terus dilatih dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Akhlak mulia tidak lahir begitu saja, tetapi dibentuk melalui pembiasaan dan latihan yang terus-menerus. Semakin seseorang melatih dirinya dalam kebaikan, maka semakin baik pula akhlaknya di hadapan Allah dan manusia,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk aktif mencari, menebarkan, dan menjaga kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun sikap kepada sesama.
“Orang yang menjaga dirinya dari keburukan, baik lisan, perbuatan maupun hati, maka Allah SWT akan menjaganya dari berbagai bentuk kerusakan dan keburukan dalam kehidupan,” tambahnya.
Kajian berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan jamaah untuk berdiskusi mengenai penerapan hadis dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendidik keluarga, menjaga akhlak di lingkungan sosial, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh kebaikan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dari program pembinaan umat yang terus digalakkan KUA Medan Amplas.
“Kami berharap para penyuluh agama terus hadir di tengah masyarakat memberikan pencerahan dan penguatan nilai-nilai keagamaan sehingga masyarakat semakin dekat dengan ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, dan mampu menebarkan manfaat di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, serta membiasakan diri dalam menebarkan kebaikan sebagai bentuk implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

