Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor berkolaborasi dengan STIKES Mitra Husada Medan dalam kegiatan edukasi pranikah bagi calon pengantin (catin) dengan tema “Model Edukasi Pranikah terhadap Think Pair Share Berbasis Aplikasi Digital terhadap Pencegahan Stunting Catin KUA Medan Johor”, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengembangkan edukasi pranikah yang lebih interaktif dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pencegahan stunting. Kolaborasi tersebut juga memperkuat peran KUA dalam mempersiapkan pasangan agar memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan keluarga sejak sebelum pernikahan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Johor, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.Kom., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan mengenai pencegahan stunting dari perspektif Islam. Ia menekankan bahwa mempersiapkan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menjalani kehidupan rumah tangga, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak. Menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa pranikah melalui pengetahuan, kesadaran, serta komitmen calon suami dan istri untuk membangun keluarga yang sehat.
Dalam sambutannya, Yakhman menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap kesehatan, pemeliharaan keturunan, dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik serta merawat anak. Prinsip menjaga keturunan atau hifz an-nasl menjadi salah satu nilai penting yang dapat menjadi landasan dalam membangun keluarga berkualitas. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memahami bahwa menjaga kesehatan ibu dan anak merupakan bagian dari ikhtiar serta tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
“Pencegahan stunting perlu menjadi perhatian sejak calon pengantin mempersiapkan pernikahan. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan mempersiapkan generasi yang kuat merupakan bagian dari tanggung jawab keluarga. Karena itu, calon pengantin perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar agar kelak mampu menjaga kesehatan ibu dan anak serta membangun rumah tangga yang berkualitas,” ungkap Yakhman.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi antara KUA Medan Johor dan STIKES Mitra Husada Medan dalam menghadirkan inovasi edukasi pranikah. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis aplikasi digital dapat menjadi sarana untuk membantu calon pengantin memahami materi dengan lebih mudah. KUA juga memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan kepada calon pengantin, sehingga edukasi mengenai kesehatan keluarga dan pencegahan stunting dapat menjadi bagian penting dari persiapan menuju kehidupan pernikahan.
Penggunaan model Think Pair Share berbasis aplikasi digital diharapkan dapat mendorong keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, calon pengantin tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong untuk berpikir, berdiskusi, dan bertukar pemahaman mengenai materi yang diberikan. Dengan demikian, edukasi pranikah dapat berlangsung lebih aktif dan membantu peserta memahami langkah-langkah pencegahan stunting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan keluarga.
Melalui kegiatan ini, KUA Medan Johor berharap kolaborasi dengan STIKES Mitra Husada Medan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan edukasi pranikah yang inovatif dan bermanfaat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Upaya tersebut sekaligus menjadi kontribusi KUA dalam mendukung pencegahan stunting dan mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat.

