Markus 1:35 Jadi Landasan Pembinaan Rohani Anak Panti di Yayasan Briella Anak Indonesia

Medan (Humas) — Pesan tentang pentingnya membangun kedekatan dengan Tuhan melalui doa sebagaimana tertulis dalam Markus 1:35 menjadi materi pembinaan rohani yang disampaikan kepada anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Briella Anak Indonesia, Jalan Danau Maninjau, Kecamatan Medan Barat, pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, disiplin rohani, dan karakter positif kepada anak-anak sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam pembinaan tersebut, anak-anak diajak memahami teladan Yesus yang tetap menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Allah di tengah kesibukan pelayanan-Nya. Melalui pemahaman firman Tuhan tersebut, para peserta didorong untuk menjadikan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka.

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan sekaligus pengkhotbah, Daminta Berutu, S.Th, menjelaskan bahwa Markus 1:35 mengajarkan pentingnya menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pengharapan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut tidak hanya membentuk kehidupan spiritual anak-anak, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, rendah hati, dan memiliki keteguhan iman.

“Melalui Markus 1:35, anak-anak diajak belajar dari teladan Yesus yang mengutamakan doa dalam kehidupan-Nya. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa doa bukan hanya rutinitas, tetapi kebutuhan rohani yang akan menolong mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Daminta Berutu.

Ia menambahkan bahwa pembinaan rohani bagi anak-anak panti asuhan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai moral sejak dini.

“Anak-anak membutuhkan penguatan iman agar memiliki landasan yang kokoh dalam menjalani kehidupan. Ketika mereka memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai situasi dan tetap memiliki harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan interaksi yang hangat antara penyuluh agama dan peserta. Selain mendengarkan penyampaian firman Tuhan, anak-anak juga diajak berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan terus mendorong hadirnya pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *