Medan (Humas) — Di tengah proses perawatan dan pemulihan kesehatan yang dijalani pasien, dukungan spiritual menjadi salah satu kebutuhan penting untuk membangun ketenangan dan harapan. Menjawab kebutuhan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan memberikan bimbingan rohani kepada pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Royal Prima, Jalan Ayahanda No. 68A, Medan, pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang melibatkan beberapa anggota Tim Bimas Kristen Kemenag Medan ini bertujuan memberikan penguatan iman, penghiburan, serta pendampingan rohani bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Bimbingan rohani tersebut dilaksanakan oleh tim penyuluh yang terdiri atas Rudi Nainggolan, Asima Manik, Sevri Purba, Remulus Situmorang, Andyra Parhusip, Windu Manik, Novina, dan Mida Sitohang. Kehadiran para penyuluh menjadi bentuk pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual pasien dan keluarga selama menjalani masa perawatan.
Melalui bimbingan rohani, para penyuluh agama memberikan penguatan iman, motivasi, serta doa kepada pasien agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani proses penyembuhan. Selain itu, keluarga pasien juga diberikan pendampingan spiritual untuk membantu mereka menghadapi situasi yang sedang dialami.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menjalani perawatan kesehatan. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, para penyuluh agama berupaya memberikan ketenangan batin sekaligus menumbuhkan optimisme di tengah proses pemulihan yang dijalani pasien.
Penyuluh Kristen Kemenag Medan, Rudi Nainggolan, mengatakan bahwa bimbingan rohani memiliki peran penting dalam membantu pasien memperoleh ketenangan batin selama masa perawatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan pendampingan bagi pasien serta keluarga yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
“Bimbingan rohani yang kami berikan bertujuan untuk menguatkan iman dan memberikan penghiburan kepada pasien maupun keluarga. Dalam kondisi sakit, seseorang membutuhkan dukungan spiritual agar tetap memiliki harapan, ketenangan, dan keyakinan untuk menjalani proses pemulihan dengan baik,” ujar Rudi Nainggolan.
Sejalan dengan hal tersebut, Remulus Situmorang menambahkan bahwa pelayanan bimbingan rohani di rumah sakit tidak hanya memberikan penguatan bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga yang mendampingi mereka selama masa perawatan. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama menjadi sarana untuk menghadirkan semangat, penghiburan, dan pengharapan di tengah situasi yang tidak mudah.
“Sering kali keluarga pasien juga mengalami kelelahan secara emosional dan membutuhkan penguatan. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan rohani agar pasien dan keluarga tetap memiliki semangat, pengharapan, serta keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” ujar Remulus Situmorang.
Menurut para penyuluh, pelayanan keagamaan di rumah sakit merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di berbagai situasi kehidupan. Kehadiran penyuluh agama di tengah pasien diharapkan mampu memberikan semangat baru serta memperkuat daya juang mereka selama menjalani proses pengobatan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan mendapat respons positif dari pasien serta keluarga yang mengikuti bimbingan rohani. Melalui layanan ini, Kemenag Medan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bimbingan rohani di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat menjadi sarana penguatan spiritual yang membantu pasien dan keluarga memperoleh ketenangan, semangat, serta optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang sedang dialami.

