Masa Lalu dan Songsong Masa Depan Bersama Yesus, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Ajak Anak Binaan LPKA Bangkit dan Berubah

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan penyuluhan dan pendampingan rohani bagi anak-anak dalam masa binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan, Jalan Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (03/09/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk ibadat dengan mengangkat tema “Meninggalkan Jala Lama, Melangkah Bersama Yesus Menuju Masa Depan Baru.”

Ibadat dipimpin oleh Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Marulam Nainggolan. Lagu-lagu pujian dibawakan oleh Zetra Hail Saragih, doa umat dibawakan oleh Hekdi Jojada Sinaga, sedangkan renungan disampaikan oleh Leonhard Hutagalung. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan dan pendampingan keagamaan untuk memberikan penguatan iman, motivasi, serta semangat kepada anak-anak binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dalam renungannya yang bersumber dari Injil Lukas 5:1-11, Leonhard Hutagalung menyampaikan kisah tentang Yesus yang memanggil Simon dan para murid untuk meninggalkan kehidupan lama dan mengikuti-Nya. Pesan tersebut menjadi penguatan bagi anak-anak binaan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang baru. “Jangan takut meninggalkan jala lama. Bersama Yesus, kita selalu memiliki kesempatan untuk berubah, bangkit, dan melangkah menuju masa depan yang baru,” ujar Leonhard.

Leonhard juga mengajak para anak binaan untuk tidak terus larut dalam kesalahan dan pengalaman masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai pembelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Masa pembinaan diharapkan dapat menjadi momentum untuk membentuk karakter, memperkuat iman, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan penuh harapan.

Melalui ibadat dan penyuluhan tersebut, para Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan terus mendorong anak-anak binaan agar memiliki semangat untuk berubah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Pendampingan rohani diharapkan mampu memberikan kekuatan batin sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki nilai, potensi, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan refleksi. Para penyuluh berharap pesan yang disampaikan melalui ibadat tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak binaan untuk meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik, menumbuhkan harapan baru, serta berani melangkah bersama Yesus menuju masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *