Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H.M. Affan Sihite, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada ahli musibah dan ahli takziah di rumah almarhum Amran Naibaho, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman keluarga besar AKP H. Enjang Bahri, S.H., di Jalan Bhayangkara, Kompleks Bhayangkara Point, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Bimbingan ini mengangkat tema “Berdamai dengan Keadaan, Kekuatan di Balik Kata Sabar” sebagai penguatan rohani bagi keluarga dan para pelayat yang sedang menghadapi suasana duka.
Dalam penyampaiannya, Affan Sihite mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk menerima keadaan dengan hati yang lapang serta menjadikan kesabaran sebagai kekuatan dalam menghadapi kehilangan. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia akan menghadapi ujian kehidupan, termasuk kehilangan orang yang disayangi. Melalui bimbingan tersebut, para pelayat diajak memahami bahwa kesabaran bukan berarti tidak merasakan kesedihan, melainkan berusaha tetap tegar dan berserah diri kepada Allah Swt.
“Berdamai dengan keadaan bukan berarti kita tidak boleh bersedih, tetapi belajar menerima ketetapan Allah dengan hati yang ikhlas. Kesabaran menjadi kekuatan bagi kita untuk melewati masa sulit, sekaligus mengingatkan bahwa setiap ujian perlu dihadapi dengan doa, keikhlasan, dan tawakal,” pesan Affan Sihite. Ia juga mengingatkan bahwa kesedihan merupakan bagian dari fitrah manusia ketika kehilangan seseorang yang dicintai. Oleh karena itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan dapat saling menguatkan dan memberikan dukungan agar mampu melewati masa duka dengan tabah.
Selain itu, Affan mengajak para ahli musibah dan ahli takziah menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat akan pentingnya mempererat hubungan kekeluargaan dan kepedulian antarsesama. Kehadiran keluarga, kerabat, dan masyarakat di tengah suasana duka menjadi bentuk dukungan moral yang dapat membantu meringankan beban batin keluarga yang ditinggalkan. Sementara itu, doa dan ungkapan belasungkawa diharapkan menjadi penguat agar keluarga tetap memiliki keteguhan hati dalam menjalani hari-hari berikutnya.
Senada dengan hal itu, bimbingan dan penyuluhan keagamaan tersebut menekankan pentingnya menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan tawakal ketika menghadapi musibah. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai nasihat, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi keadaan yang berada di luar kendali manusia. Melalui penguatan rohani ini, keluarga dan para pelayat diajak untuk saling mengingatkan dalam kebaikan serta menjadikan doa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kesedihan.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan penguatan spiritual ketika menghadapi musibah. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat membantu keluarga yang berduka menemukan ketenangan dan kekuatan melalui nilai-nilai ajaran Islam. Kesabaran, keikhlasan, dan tawakal menjadi bekal penting untuk menerima kehilangan sekaligus melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan. Dengan dukungan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar, keluarga yang ditinggalkan diharapkan mampu menjalani masa duka dengan lebih tabah serta tetap menjaga hubungan baik antarsesama.

