Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Annisa untuk memperkuat tawakal dan menjaga ikhtiar dalam menjalani kehidupan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Agama Islam di Jalan Asahan, Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Lela Hamidah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, yang menyampaikan kajian tafsir Surah Al-Ankabut ayat 60. Kajian tersebut menekankan pentingnya keyakinan terhadap jaminan rezeki Allah SWT serta penguatan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dalam penyampaiannya, Lela Hamidah menjelaskan bahwa Surah Al-Ankabut ayat 60 mengingatkan manusia agar tidak diliputi kecemasan berlebihan terhadap persoalan rezeki. Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, termasuk makhluk yang tidak mampu menyimpan persediaan makanannya sendiri. Pesan tersebut menjadi pengingat akan luasnya kasih sayang dan kekuasaan Allah SWT dalam memelihara seluruh ciptaan-Nya. Ia mengajak jamaah menjadikan pemahaman tersebut sebagai landasan untuk menjalani kehidupan dengan keyakinan dan ketenangan hati.
Lebih lanjut, Lela Hamidah menegaskan bahwa tawakal harus disertai ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan jamaah agar tetap berusaha melalui jalan yang halal, memperbanyak doa, dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. “Tawakal bukan berarti berpangku tangan tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah SWT setelah menjalankan ikhtiar secara sungguh-sungguh, disertai doa dan kesabaran,” jelasnya. Menurutnya, keyakinan kepada Allah SWT perlu diwujudkan melalui usaha nyata serta sikap pantang menyerah dalam menghadapi berbagai keadaan.
Selain itu, jamaah diajak membangun pola pikir positif, menjauhi sifat iri terhadap rezeki orang lain, serta memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diterima. Lela Hamidah menyampaikan bahwa setiap orang perlu belajar menerima ketentuan Allah SWT tanpa berhenti berusaha memperbaiki kehidupannya. Sikap hidup sederhana dan penuh rasa syukur juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman hati dan meraih keberkahan. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, jamaah diharapkan mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan iman yang kokoh dan semangat untuk terus berbuat kebaikan.
Sementara itu, Ketua MT Nurul Annisa, Zuriani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang memberikan penguatan pemahaman keislaman bagi jamaah. Ia berharap kegiatan pengajian dapat terus dilaksanakan sebagai sarana menambah wawasan agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. “Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan ini, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk menambah pengetahuan agama dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya. Ia juga berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan harapan materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Senada dengan hal itu, pembinaan melalui majelis taklim menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan menanamkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah sebagai bentuk pengamalan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi ant jamaah. Melalui kegiatan Bimluh PAI Kemenag Medan, MT Nurul Annisa diharapkan terus berkembang menjadi wadah pembinaan umat yang menumbuhkan ketenteraman hati, memperkuat tawakal, dan mendorong ikhtiar dalam menjalani kehidupan.

