Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai penggerak untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat pada Rabu (28/10/2026). Ajakan tersebut menekankan pentingnya keteladanan, semangat berbagi ilmu, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setiap pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi positif melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama. Semangat Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat pentingnya membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Dalam pesannya, Mahmud Alkausari Pulungan menyampaikan bahwa mengajarkan kebaikan merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Ilmu dan nasihat yang bermanfaat dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk menginspirasi orang lain melakukan kebaikan. “Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena apa yang kita ajarkan dan teladankan hari ini bisa menjadi amalan yang terus memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dibagikan dengan tulus berpotensi memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
Selain itu, Mahmud Alkausari Pulungan mengajak para pemuda untuk memberikan teladan baik dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan positif dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa dan memperluas manfaat di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Muslim nomor 1017 tentang keutamaan orang yang menunjukkan jalan kebaikan dan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. “Jadilah pemuda pelopor kebaikan, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga lewat tindakan nyata yang bisa dicontoh oleh orang lain,” pesannya.
Semangat tersebut menjadi dorongan bagi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Para pemuda dapat memulainya melalui kegiatan sederhana, seperti membantu sesama, menjaga persaudaraan, menyebarkan informasi yang bermanfaat, dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Sementara itu, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan dalam membentuk sikap tanggung jawab, kepedulian, dan semangat gotong royong. Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
Senada dengan hal itu, Mahmud Alkausari Pulungan menekankan pentingnya gerakan BRUN Berjadwal dan BRUN Berdampak sebagai pengingat agar kegiatan penyuluhan terencana dan memberikan manfaat nyata. Melalui semangat Penyuluh Bergerak dan Penyuluh Berkarya, penyuluh agama diharapkan terus hadir memberikan bimbingan serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. “Semangat Sumpah Pemuda harus kita wujudkan dengan terus bergerak, berkarya, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan 17 Jumadilawal 1448 H, yang turut mencantumkan STIM Sukma Medan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Semangat persatuan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta kemauan untuk terus belajar dan berbagi manfaat. Melalui keteladanan dan penyebaran nilai-nilai kebaikan, pemuda dapat menjadi penggerak perubahan positif di lingkungannya. Dengan semangat Sumpah Pemuda, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan mengajak generasi muda untuk terus bergerak, berkarya, dan menebarkan kebaikan secara berkelanjutan.

