Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Ajak Pasien RS USU Bersabar Menghadapi Ujian

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Kota, Imam Pratomo, M.H.I., melaksanakan kegiatan bimbingan rohani (Bimroh) di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr. Mansyur No. 66 Medan, Senin (15/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam pelaksanaannya, kedua penyuluh mengunjungi pasien dari satu kamar ke kamar lainnya untuk memberikan motivasi, dukungan moral, serta penguatan spiritual agar tetap optimis dalam menjalani pengobatan. Kehadiran penyuluh agama disambut baik oleh para pasien dan keluarga yang merasa terhibur serta mendapatkan semangat baru dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami.

Pada kesempatan tersebut, Paidi menyampaikan pesan penting tentang kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan. Ia menjelaskan bahwa sakit merupakan salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk tetap bersabar, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT.
“Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 35 bahwa setiap manusia akan diuji. Karena itu, ketika kita mendapatkan ujian berupa sakit, hendaknya kita bersabar dan tetap berprasangka baik kepada Allah. Insya Allah, dengan kesabaran dan keikhlasan, kita akan memperoleh kesembuhan serta derajat yang lebih tinggi di sisi Allah SWT,” ujar Paidi.

Sementara itu, Imam Pratomo, M.H.I., menyempurnakan kegiatan bimbingan rohani tersebut dengan memberikan nasihat keagamaan serta memimpin doa bersama untuk kesembuhan para pasien. Suasana berlangsung penuh hikmat dan khusyuk, diiringi harapan agar seluruh pasien diberikan kekuatan, kesabaran, serta kesehatan oleh Allah SWT.

Kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal dan KUA Medan Kota di RS USU Medan menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui motivasi, nasihat, dan doa, para pasien diajak untuk memperkuat iman, menumbuhkan kesabaran, serta tetap optimis dalam menghadapi ujian sakit sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *