Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Ajak Warga Binaan Rehabilitasi NAPZA Hidup Bersama Allah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji MA dan Paidi, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian dan penyuluhan agama di Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (15/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar mampu memperkuat keimanan serta memperbaiki kualitas hidup mereka.

Dalam penyampaiannya, Fuji mengajak seluruh warga binaan untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas kehidupan. Menurutnya, kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi dan melihat segala perbuatan manusia akan menjadi benteng yang kuat dalam menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dilarang agama.
“Tanamkan dalam diri kita bahwa di mana saja kita berada, Allah selalu mengawasi dan melihat kita. Jika kesadaran ini tertanam dengan baik, maka kita akan lebih mudah menjaga diri dari perbuatan yang tidak diridhai Allah,” ujar Fuji Ma di hadapan peserta pembinaan.

Sementara itu, Paidi menyampaikan materi tentang empat amalan ringan yang memiliki keutamaan besar sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra. Amalan pertama adalah membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali yang bernilai seperti khatam Al-Qur’an. Amalan kedua adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk memperoleh syafaat para nabi.

Paidi juga menjelaskan bahwa amalan ketiga adalah beristighfar dan memohon ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat sebagai jalan memperoleh ridha sesama muslim. Sedangkan amalan keempat adalah memperbanyak dzikir berupa tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang bernilai pahala seperti haji dan umrah. “Mari kita istiqamah mengamalkan dzikir dan amalan-amalan ringan ini karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan dunia maupun akhirat,” ungkap Paidi.

Kegiatan bimbingan kerohanian berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat perhatian serius dari para warga binaan. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan hingga akhir kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Paidi, dengan harapan seluruh warga binaan diberikan kekuatan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal mengajak warga binaan rehabilitasi NAPZA untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui kesadaran akan pengawasan-Nya serta mengamalkan berbagai dzikir dan ibadah ringan yang memiliki keutamaan besar. Pembinaan spiritual diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter dan motivasi bagi warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik, sehat, dan bernilai ibadah.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *