Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Dampingi Warga Binaan LRPPN

Medan (Humas) – Pembinaan terhadap korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun pihak kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dalam upaya memberikan penguatan mental dan spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag., memberikan pendampingan kepada warga binaan korban NAPZA di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penanggulangan Narkoba (LRPPN) Kota Medan, Jalan Budi Luhur Gang PTP Nomor 8, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kota Medan, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan pembinaan diawali dengan salat Zuhur berjamaah yang diikuti oleh warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Paidi bertindak sebagai imam salat. Usai pelaksanaan salat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah dan bimbingan keagamaan yang mengangkat tema “Hakikat Hidup Penuh dengan Ujian”. Materi tersebut disampaikan sebagai upaya memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan, kesabaran, serta semangat untuk menjalani proses pemulihan.

Dalam ceramahnya, Paidi menyampaikan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya tidak terlepas dari berbagai ujian, baik berupa kesulitan maupun kenikmatan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 35 yang menjelaskan bahwa manusia akan diuji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. “Hidup ini penuh dengan ujian. Ujian merupakan ketetapan Allah SWT untuk menguji, menempa, dan menyempurnakan kualitas diri setiap hamba-Nya,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa ujian yang dihadapi seseorang tidak selalu bermakna sebagai bentuk hukuman. Sebaliknya, ujian dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, terdapat sejumlah keutamaan di balik ujian yang diberikan Allah, di antaranya untuk mengukur keimanan, menghapus dosa, mengangkat derajat, menjadi tanda kasih sayang Allah, serta melatih dan membentuk karakter seseorang agar menjadi lebih kuat.
“Ketika seseorang mendapatkan ujian, jangan langsung berprasangka bahwa Allah meninggalkannya. Bisa jadi Allah sedang memperhatikan dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena itu, hadapi ujian dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tetap yakin bahwa setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar,” tambah Paidi.

Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam yang terus memberikan pelayanan pembinaan kepada masyarakat, khususnya kepada warga binaan korban NAPZA yang membutuhkan pendampingan secara berkesinambungan. “Kami sangat berterima kasih kepada Penyuluh Agama Islam yang terus memberikan pelayanan dan pembinaan kepada umat, terutama kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses rehabilitasi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT,” ujar Agus Salim.

Agus Salim juga berharap pendampingan keagamaan yang diberikan dapat menjadi kekuatan spiritual bagi warga binaan dalam menjalani proses pemulihan dan kembali ke tengah masyarakat. “Kepada seluruh warga binaan yang mendapatkan pendampingan dari Penyuluh Agama KUA Medan Sunggal, semoga Allah SWT memberikan hidayah, kekuatan, serta kesembuhan dari ketergantungan narkoba. Semoga mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik, sehat, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya pemulihan mental dan spiritual korban NAPZA. (Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *