Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT sebelum datang masa yang membatasinya. Ajakan tersebut disampaikan dalam Pengajian Rutin Bulanan Majelis Taklim At Taqwim yang digelar pada Sabtu (13/6/2026) di Jalan Sisingamangaraja, Gang Indrajit, Kota Medan.
Kegiatan pengajian yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, pengajian rutin ini juga menjadi wadah pembinaan keagamaan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Amri Sembiring menyampaikan tausiyah bertema “Jaga Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara”. Tema ini mengingatkan jamaah akan pentingnya memanfaatkan masa muda sebelum datang usia tua, kesehatan sebelum sakit, waktu luang sebelum sibuk, kecukupan sebelum kekurangan, serta kehidupan sebelum datang kematian.
Menurutnya, pesan Rasulullah SAW tersebut mengandung pelajaran yang sangat penting bagi setiap muslim agar tidak menyia-nyiakan berbagai nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT.
“Rasulullah SAW telah mengingatkan kita agar menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara. Pesan ini mengandung makna yang sangat dalam, yaitu bagaimana kita memanfaatkan setiap nikmat yang Allah berikan untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah sebelum kesempatan itu hilang,” ujar Amri Sembiring.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia penuh dengan perubahan. Masa muda akan berganti menjadi tua, kesehatan dapat berubah menjadi sakit, dan waktu luang suatu saat akan digantikan oleh berbagai kesibukan. Oleh karena itu, setiap kesempatan yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan kualitas diri.
Dalam tausiyahnya, Amri juga mengingatkan bahwa salah satu nikmat yang paling sering dilalaikan manusia adalah waktu. Padahal, waktu merupakan modal utama dalam beribadah, menuntut ilmu, bekerja, dan berbuat kebaikan kepada sesama.
“Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya waktu ketika kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Selama masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesempatan untuk berbuat baik, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya sebagai bekal untuk kehidupan yang akan datang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan setiap aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari ibadah dengan memperbaiki niat dan senantiasa berorientasi pada keridaan Allah SWT. Menurutnya, keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana ia mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
“Kesuksesan yang hakiki adalah ketika seseorang mampu memanfaatkan hidupnya untuk beramal saleh, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, jangan menunda kebaikan yang bisa dilakukan hari ini,” pesannya.
Pengajian berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat sambutan antusias dari jamaah. Berbagai pertanyaan seputar pengelolaan waktu, peningkatan kualitas ibadah, dan upaya menjaga konsistensi dalam beramal menjadi bagian dari pembahasan yang menarik perhatian peserta.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta memanfaatkan setiap kesempatan hidup untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Diharapkan, pesan yang disampaikan dalam pengajian tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan waktu, memaksimalkan potensi diri, serta menjadikan setiap fase kehidupan sebagai sarana meraih keberkahan dunia dan akhirat.

