Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lanjut usia (lansia). Melalui pembinaan rohani yang berkelanjutan, para penyuluh agama hadir untuk memberikan penguatan iman, penghiburan, dan harapan agar para lansia tetap merasakan kasih Tuhan serta menjalani masa senja dengan penuh damai dan sukacita.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Bimas Katolik dan Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan K.L. Yos Sudarso Km. 16 Nomor 14, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan diikuti oleh Penyuluh Bimas Katolik, yakni Marulam Nainggolan, S.S., Demaran Sigiro, S.Fil., dan Zetra Hail Saragih, S.Fil., bersama Penyuluh Bimas Kristen, yaitu Tiurma Butar Butar, S.Th., Natalina Hutagalung, S.PAK., dan Torang Berutu, S.Th.
Ibadah berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan. Tiurma Butar Butar memimpin jalannya ibadah, Natalina Hutagalung membawakan pujian, Zetra Hail Saragih memimpin doa pembuka, sementara Marulam Nainggolan menyampaikan renungan firman Tuhan.
Mengangkat tema “Membuka Hati bagi Yesus, Menutup Pintu bagi Kejahatan” yang diambil dari Injil Matius 8:28–34, Marulam mengajak para lansia untuk tetap memelihara iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan yang menyertai usia lanjut, seperti kondisi kesehatan yang menurun, rasa kesepian, maupun kehilangan orang-orang yang dicintai.
Ia menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah sumber kekuatan dan pengharapan yang senantiasa menyertai setiap orang yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, masa lanjut usia hendaknya menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta menjalani hidup dalam kasih dan pengampunan.
“Masa tua bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan kesempatan yang indah untuk semakin dekat kepada Tuhan. Bukalah hati bagi Yesus, karena Dia adalah sumber damai, sukacita, dan pengharapan. Ketika hati dipenuhi kasih Kristus, kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan dengan penuh keyakinan,” ujar Marulam Nainggolan.
Dalam renungannya, ia juga mengajak para lansia untuk menutup pintu hati terhadap segala bentuk kejahatan dan sikap negatif, seperti kebencian, iri hati, dendam, keputusasaan, maupun rasa takut yang berlebihan.
“Jangan biarkan kepahitan menguasai hati. Sebaliknya, bukalah hati bagi kasih Kristus dan hiduplah dalam pengampunan serta rasa syukur. Dengan demikian, damai sejahtera Tuhan akan memenuhi hidup kita, bahkan di masa-masa yang penuh tantangan sekalipun,” tambahnya.
Suasana ibadah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para lansia mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari pujian, doa bersama, hingga mendengarkan renungan firman Tuhan. Kehadiran para penyuluh menjadi sumber penghiburan sekaligus memberikan semangat baru bagi para penghuni panti untuk tetap bertumbuh dalam iman.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap para lansia semakin dikuatkan secara rohani, tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan, serta merasakan perhatian dan kasih dari sesama. Sinergi antara Penyuluh Bimas Katolik dan Bimas Kristen juga menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan penuh kasih bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pendampingan di masa lanjut usia.

