Penyuluh KUA Medan Sunggal Pimpin Pokjaluh Bimas Kristen, Lepas Penyuluh yang Memasuki Purna Bakti

Medan (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan rapat koordinasi Penyuluh Bimas Kristen yang dirangkai dengan acara pelepasan Bapak Sahat Hutasoit, S.Th., M.PAK beserta istri tercinta dan Ibu Dra. Redi Nurmauli Simatupang, M.Pd. yang memasuki masa purna bakti sebagai Penyuluh Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di Hotel Adi Mulia, Jalan Candi Biara, Medan.

Rapat koordinasi dihadiri seluruh anggota POKJALUH, yakni Sindar Purba, S.Th., M.Pd. selaku BPH, Ruminna Sinaga, M.Pd selaku Bendahara, serta anggota lainnya yaitu Drammes Lumbantobing, S.Th, M.Pd.K, Torang Maulitua Berutu, S.Th, M.Pd.K, Risdawati Brutu, M.Pd Dameriana Siahaan, S.Th,M.Th, dan Jetty Sitanggang, S.Th, M.Pd.K. Turut hadir Ibu Dra. Risma Nadeak, M.Pd sebagai tamu undangan khusus yang juga telah memasuki masa purna bakti dua tahun sebelumnya. Kehadiran seluruh anggota semakin mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara para Penyuluh Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan.

Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa penuh keakraban, kekeluargaan, dan haru. Momen semakin mengharukan ketika Bapak Sahat Hutasoit dan Ibu Dra. Redi Nurmauli Simatupang menyampaikan pesan dan kesan serta ungkapan perpisahan kepada rekan-rekan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pelayanan. Tidak sedikit anggota yang meneteskan air mata, terlebih ketika para Penyuluh yang masih aktif secara bergantian menyampaikan kata-kata pelepasan, doa, dan harapan agar masa purna bakti dapat dijalani dengan penuh sukacita serta tetap menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Sindar Purba, S.Th., M.Pd. selaku mewakili BPH POKJALUH menyampaikan pesan perpisahan yang dikemas melalui pantun penuh makna: “Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi; kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi. Kalau ada jarum yang patah, jangan disimpan dalam peti; kalau ada kata-kata kami yang salah, jangan disimpan dalam hati.” Pantun tersebut menjadi ungkapan persaudaraan sekaligus permohonan maaf dan harapan agar hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama menjalankan tugas pelayanan tetap terpelihara meskipun telah memasuki masa purna bakti.

Semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut sejalan dengan firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:1, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan sebuah babak baru dalam kehidupan untuk menikmati buah dari perjalanan panjang pelayanan. Demikian pula pesan Mazmur 90:17, “Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah bagi kami perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.” Firman ini menjadi doa dan pengharapan agar segala karya dan pengabdian yang telah dilakukan senantiasa dikenang sebagai bagian dari pelayanan yang membawa manfaat dan berkat.

Acara pelepasan kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan dan dilanjutkan dengan doa. Seluruh anggota POKJALUH menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, pengabdian, serta kebersamaan yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Penyuluh Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan. Selamat memasuki masa purna bakti. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai, memberikan kesehatan, sukacita, dan kekuatan dalam menjalani hari-hari yang baru. Pengabdian boleh berakhir, tetapi kasih, persaudaraan, dan keteladanan akan tetap menjadi warisan yang hidup bagi generasi berikutnya.(SP/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *