Medan (Humas) – Menanamkan kepercayaan kepada Tuhan dan semangat untuk terus melakukan kebaikan menjadi pesan utama dalam pelayanan rohani bagi para lanjut usia (lansia) yang dilaksanakan di Oikumene Lansia Primbanan, Selasa (7/7/2026). Melalui pendampingan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., kegiatan tersebut menjadi sarana penguatan iman sekaligus membangun semangat para lansia agar tetap menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada kegiatan tersebut, Verawati Butar-Butar bertugas sebagai moderator. Ibadah diawali dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Saronisa selaku Pengurus Rohani. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Indah Sari br. Karo dari Gereja GKFI dengan mengangkat tema “Percaya kepada Tuhan dan Melakukan yang Baik” berdasarkan Yohanes 14:1–12.
Usai penyampaian firman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif selama satu jam. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme para peserta, panitia juga memberikan hadiah berupa payung kepada tiga orang lansia.
Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., mengatakan bahwa tema yang disampaikan pada ibadah kali ini mengajak para lansia untuk tetap memiliki keyakinan kepada Tuhan serta terus menghadirkan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan.
Menurutnya, memasuki usia lanjut bukan menjadi penghalang untuk terus bertumbuh dalam iman dan menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Melalui pembinaan rohani yang dilakukan secara rutin, para lansia diharapkan tetap memiliki semangat hidup, pengharapan, serta terus mengamalkan nilai-nilai kasih melalui perbuatan baik kepada sesama.
“Melalui tema ‘Percaya kepada Tuhan dan Melakukan yang Baik’, kami ingin menguatkan iman para lansia agar tetap berharap kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Kepercayaan kepada Tuhan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, yaitu dengan terus melakukan kebaikan kepada sesama. Inilah yang menjadi kekuatan bagi para lansia untuk tetap bersukacita, saling menguatkan, dan menjadi berkat di lingkungan sekitarnya,” ujar Verawati.
Ia menjelaskan, kegiatan pelayanan lansia ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa. Para peserta memulai aktivitas sejak pagi dengan berenang bersama, dilanjutkan sarapan berupa bubur kacang hijau dan roti, kemudian mengikuti ibadah bersama.
Verawati menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata toleransi dan kebersamaan. Lansia dari berbagai latar belakang agama dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan keyakinannya. Lansia yang beragama Islam memanfaatkan fasilitas berenang yang disediakan secara gratis, sementara lansia beragama Kristen melanjutkan rangkaian ibadah.
“Melalui pelayanan ini, kami juga ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dapat terus terjalin dalam suasana saling menghormati. Setiap peserta memperoleh ruang untuk beraktivitas sesuai keyakinannya, sehingga tercipta persaudaraan dan kerukunan yang menjadi bagian dari semangat pelayanan Kementerian Agama yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, keluarga almarhum Jenderal Tarigan menjamu makan siang para hamba Tuhan, pelayan, dan pengurus. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman pelayanan sekaligus mempererat tali persaudaraan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga membangun kepedulian, persaudaraan, dan kerukunan antarumat dalam kehidupan bermasyarakat.

