Medan (Humas) — Kemenag Medan melalui jajaran Bimas Kristen melaksanakan kegiatan pembinaan rohani di Polsek Medan Helvetia, Jalan Matahari Raya No. 99C, Kecamatan Medan Helvetia. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah personel kepolisian serta beberapa jajaran Bimas Kristen Kemenag Medan, yaitu Maruli Siburian, Jefri Hutasoit, Imelda, dan Sridepi Debataraja.
Kegiatan pembinaan rohani ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari. Melalui penyampaian firman Tuhan, doa bersama, dan refleksi rohani, peserta diajak untuk terus menjaga integritas, tanggung jawab, serta semangat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Maruli Siburian menyampaikan bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual, terutama bagi aparatur yang menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan secara berkelanjutan dapat menjadi fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan tugas serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pembinaan rohani menjadi sarana untuk memperkuat iman dan karakter dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ketika nilai-nilai keagamaan tertanam dengan baik, maka setiap tanggung jawab yang diemban dapat dijalankan dengan penuh integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Maruli Siburian.
Senada dengan itu, Jefri Hutasoit menegaskan bahwa penguatan spiritual perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap individu memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan tugas dan kehidupan. Ia menilai bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pedoman dalam membangun etika, disiplin, serta hubungan yang harmonis baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap peserta semakin memiliki keteguhan iman, semangat melayani, serta kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dengan bijaksana. Nilai-nilai keagamaan bukan hanya menjadi pedoman dalam beribadah, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun hubungan yang harmonis dan pelayanan yang humanis kepada sesama,” ungkap Jefri Hutasoit.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme dari para peserta. Selain penyampaian materi rohani, kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penguatan spiritual dan refleksi diri.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan institusi pemerintahan dan aparat penegak hukum. Kehadiran pembinaan keagamaan di lingkungan kepolisian diharapkan semakin memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

