Persiapkan Animasi Liturgi, Penyuluh Agama Katolik Dampingi Sekami Katedral Medan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih laksanakan pendampingan bagi peserta Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) Paroki St. Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan melalui kegiatan pelatihan koor, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB tersebut menjadi bagian dari persiapan anak dan remaja dalam memberikan pelayanan liturgi sekaligus mengembangkan bakat, keterampilan bernyanyi, dan semangat kebersamaan di lingkungan Gereja.

Pelatihan koor dilaksanakan di Aula Paroki St. Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan, Jalan Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Para peserta Sekami mengikuti latihan vokal secara bersama-sama dengan mendapatkan arahan dan pendampingan, mulai dari pengenalan lagu, ketepatan nada, teknik bernyanyi, hingga kekompakan dalam membawakan lagu sebagai persiapan menghadapi Animasi Liturgi yang direncanakan pada awal September 2026.

Dalam latihan tersebut, lagu “Firman Allah yang Tersurat” dari buku Puji Syukur Nomor 366 menjadi salah satu materi utama yang dipersiapkan. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menguasai melodi dan lirik lagu, tetapi juga diajak memahami penghayatan yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kemampuan bernyanyi yang dimiliki diharapkan dapat mendukung pelayanan liturgi sekaligus membantu menciptakan suasana perayaan yang lebih khidmat dan penuh makna.

Zetra Hail Saragih mengatakan bahwa pendampingan terhadap anak dan remaja melalui kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter dan semangat pelayanan sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan koor dapat menjadi sarana pembinaan yang menggabungkan pengembangan bakat dengan pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap kehidupan menggereja.

“Melalui latihan koor ini, kita tidak hanya melatih kemampuan bernyanyi, tetapi juga menanamkan semangat melayani, kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan kepada liturgi. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan talenta yang mereka miliki sekaligus belajar bahwa setiap kemampuan dapat digunakan untuk memberikan pelayanan bagi Gereja,” ujar Zetra.

Ia berharap proses latihan yang dilakukan secara bertahap dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kekompakan para peserta Sekami. Menurutnya, keterlibatan anak dan remaja dalam pelayanan liturgi merupakan hal yang positif karena dapat menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gereja serta membangun kebiasaan untuk terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mereka dapat menyanyikan lagu dengan baik, tetapi bagaimana mereka mampu memberikan pelayanan dengan hati yang tulus. Semoga melalui pendampingan ini, anak-anak semakin berani mengambil bagian dalam kehidupan menggereja dan terus bertumbuh dalam iman,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan berlangsung dalam suasana penuh antusias dan semangat. Para peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan serta berusaha meningkatkan kemampuan dan kekompakan selama latihan, sehingga proses persiapan Animasi Liturgi dapat dilakukan secara lebih matang.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta Sekami semakin siap untuk mengambil bagian dalam Animasi Liturgi pada awal September 2026. Selain menjadi persiapan teknis dalam pelayanan koor, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan iman bagi anak dan remaja agar semakin aktif, percaya diri, dan memiliki semangat untuk memberikan kontribusi positif dalam kehidupan Gereja di Paroki St. Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *