Medan (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, termasuk warga binaan di lembaga rehabilitasi. Kali ini, Pokjaluh Kemenag Kota Medan hadir memberikan bimbingan dan penyuluhan Islam di LRPPN Medan, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut mengangkat pesan penting tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya memperkuat keimanan sebagai landasan untuk memperbaiki kehidupan. Para penyuluh menyampaikan materi secara bergantian dengan pendekatan keagamaan yang edukatif, komunikatif, dan memotivasi.
Dalam penyampaian materi, Suriadi, S.Ag., menguraikan bahaya penyalahgunaan narkoba dengan mengaitkannya pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 91. Ayat tersebut menjelaskan bahwa khamar dan perjudian dapat menimbulkan permusuhan, kebencian, serta menghalangi manusia dari mengingat Allah SWT dan melaksanakan salat. Ia mengajak warga binaan untuk memahami bahwa narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak kehidupan sosial, keharmonisan keluarga, dan hubungan spiritual seseorang. Ia menegaskan, “Penyalahgunaan narkoba merupakan perbuatan yang membawa banyak kerusakan, sehingga kita harus memiliki kesadaran dan tekad yang kuat untuk menjauhinya,” ujarnya.
Melengkapi penyampaian tersebut, Hermansyah, Lc., memberikan penguatan mengenai bahaya khamar sebagai salah satu sumber kerusakan dalam kehidupan manusia. Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang memabukkan dan menghilangkan kesadaran dapat memberikan dampak buruk terhadap akal, perilaku, serta masa depan seseorang. Selain itu, ia mengingatkan bahwa menjaga akal atau hifzh al-‘aql merupakan salah satu tujuan utama syariat Islam yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Ia menyampaikan, “Menjauhi narkoba bukan hanya bentuk ketaatan terhadap ajaran agama, tetapi juga ikhtiar untuk menjaga akal, kehormatan diri, melindungi keluarga, dan menyelamatkan masa depan”, pungkasnya.
Sementara itu, Paidi menyampaikan sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak warga binaan untuk memilih lingkungan pergaulan yang positif, berani menolak ajakan yang menjerumuskan, serta mengisi waktu dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Menurutnya, memperkuat ibadah dan membangun komunikasi yang baik dengan keluarga maupun orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam menjaga diri dari pengaruh negatif. Ia menyampaikan, “Kita harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba, memilih lingkungan yang baik, dan mengisi kehidupan dengan kegiatan positif agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba”, jelasnya.
Senada dengan hal itu, pembinaan rohani yang diberikan para penyuluh diharapkan dapat menjadi penguatan bagi warga binaan dalam menjalani proses pemulihan dan perubahan diri. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari menyimak materi hingga menerima pesan-pesan motivasi yang disampaikan. Suasana penuh keakraban turut mendukung penyampaian materi sehingga pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh warga binaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menentukan arah kehidupannya.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani proses rehabilitasi. Penguatan iman, pengendalian diri, serta dukungan lingkungan yang positif menjadi bagian penting dalam mencegah seseorang kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Masa lalu hendaknya dijadikan pelajaran untuk menumbuhkan tekad dan keberanian dalam melakukan perubahan. Dengan keyakinan, usaha, dan semangat untuk bangkit, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih sehat, bermakna, dan penuh harapan.

