Tingkatkan Kualitas Bacaan Alqurān Melalui Pembinaan Makharijul Huruf bagi Majelis Taklim

Medan (Humas) – Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut merupakan implementasi arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima, profesional, serta memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

Salah satu program yang secara konsisten dilaksanakan adalah Tahsin Alqurān, yang menjadi agenda rutin setiap hari Selasa pukul 14.00 WIB. Pada Selasa, 28 Juli 2026 M bertepatan dengan 15 Safar 1448 H, kegiatan kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, yaitu Sulfi Rahmi, M.A. dan Harun Arrasyid, Lc.

Kegiatan tahsin diikuti oleh ibu-ibu muslimat yang berasal dari berbagai majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas. Program ini terus mendapat sambutan positif karena menjadi wadah pembelajaran Alqurān yang tidak hanya memperbaiki bacaan, tetapi juga memperkuat semangat belajar sepanjang hayat di kalangan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dra. Imaniyah, M.H., salah seorang tokoh muslimah Kecamatan Medan Amplas yang selama ini aktif menggerakkan berbagai kegiatan pembinaan majelis taklim. Peran beliau dinilai turut memperkuat sinergi antara penyuluh agama dengan masyarakat dalam membangun budaya belajar Alqurān secara berkelanjutan.

Pada pertemuan kali ini, materi tahsin difokuskan pada pembelajaran Makharijul Huruf, yaitu ilmu yang membahas tempat keluarnya setiap huruf hijaiyah ketika diucapkan. Materi ini menjadi fondasi penting dalam membaca Alqurān karena ketepatan makhraj akan menentukan kejelasan pelafalan huruf sehingga makna ayat tetap terjaga sesuai dengan kaidah tilawah yang benar.

Para penyuluh menjelaskan secara rinci pengertian makharijul huruf, pembagian tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah, serta teknik pengucapan yang benar. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dengan memberikan contoh pelafalan setiap huruf agar peserta lebih mudah memahami perbedaan bunyi huruf-huruf yang memiliki kemiripan dalam pengucapan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membaca ayat-ayat Alqurān. Setiap peserta diberikan kesempatan membaca secara bergiliran, kemudian penyuluh memberikan bimbingan, koreksi, dan arahan terhadap pengucapan huruf yang masih memerlukan perbaikan. Metode praktik langsung ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca Alqurān secara fasih dan sesuai kaidah tajwid.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan pembelajaran serta tidak ragu bertanya mengenai cara pengucapan huruf-huruf tertentu yang selama ini masih dianggap sulit. Pendekatan pembelajaran yang komunikatif menjadikan proses tahsin lebih efektif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Menurut para penyuluh, penguasaan makharijul huruf merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum mempelajari hukum-hukum tajwid yang lebih rinci. Bacaan Alqurān yang benar tidak hanya memperindah tilawah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kalam Allah Ta’ālā dan ikhtiar menjaga kemurnian bacaan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar ilmu yang dipelajari membawa keberkahan dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, seluruh peserta melaksanakan shalat Ashar berjamaah, yang menjadi penutup setiap kegiatan pembinaan rutin tersebut.

Melalui pelaksanaan Program Tahsin Alqurān secara berkesinambungan, KUA Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang cinta Alqurān, memiliki bacaan yang benar, serta memahami ajaran Islam secara utuh. Program ini menjadi salah satu wujud nyata pelayanan dan bimbingan keagamaan yang berkualitas, inspiratif, dan berdampak, sebagaimana arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas kepada seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *