Medan (Humas) – Penguatan iman menjadi bekal penting bagi setiap orang percaya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun menjalankan tugas pelayanan. Melalui persekutuan dan perenungan firman Tuhan, setiap pribadi diajak untuk tetap teguh dalam iman, memiliki pengharapan, serta percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan. Pesan tersebut mengemuka dalam Ibadah Oikumene yang dihadiri jajaran Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan di Kantor Keuangan Negara Medan, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30A, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (30/7/2026).
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Rahmat Napitupulu, S.Th., dengan pembacaan Firman Tuhan dari 1 Raja-raja 19:1–13 yang mengisahkan perjalanan Nabi Elia ketika menghadapi rasa takut, kelelahan, dan keputusasaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Maulina Manik, S.Pd., Marthin Nainggolan, S.Pd., dan Rohana Simamora, M.Th., dari Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan di antara para peserta.
Dalam khotbahnya, Pdt. Rahmat Napitupulu menjelaskan bahwa kisah Nabi Elia memberikan pelajaran berharga tentang kesetiaan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Meski Elia sempat diliputi rasa takut dan putus asa, Tuhan tetap hadir, memulihkan kekuatannya, dan memberikan arah baru bagi pelayanannya. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pergumulan hidup dapat dihadapi dengan tetap mengandalkan Tuhan.
“Melalui kisah Nabi Elia, kita belajar bahwa Tuhan selalu hadir di tengah pergumulan hidup. Ketika kita merasa lemah, takut, atau putus asa, Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya sendiri untuk menguatkan dan memulihkan kehidupan setiap orang yang berharap kepada-Nya,” ujar Pdt. Rahmat Napitupulu.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memelihara kehidupan doa, tekun membaca firman Tuhan, dan membangun relasi yang semakin erat dengan Tuhan dalam setiap situasi. Menurutnya, kekuatan rohani yang dibangun melalui iman akan menjadi sumber hikmat, ketenangan, dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Selama ibadah berlangsung, para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan penghayatan. Kebersamaan dalam doa, pujian, dan perenungan firman Tuhan menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan semangat saling mendukung dalam menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur yang melayani masyarakat.
Melalui kegiatan Ibadah Oikumene ini, Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan berharap nilai-nilai firman Tuhan terus menjadi sumber inspirasi dalam membangun integritas, memperkuat semangat pelayanan, dan mempererat persaudaraan di antara sesama pegawai. Dengan landasan iman yang kokoh, diharapkan setiap aparatur mampu memberikan pelayanan yang profesional, penuh kasih, dan bertanggung jawab, sehingga kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

