Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., bersama Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara tepung tawar jamaah haji Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Tufail, Jalan Garu V, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Senin (27/04/2026).
Acara yang diprakarsai oleh Perwiridan Akbar Harjosari I dan II “Nisaa’ul Faadhilah” ini turut dihadiri Camat serta seluruh lurah se-Kecamatan Medan Amplas. Suasana haru dan khidmat terasa saat prosesi tepung tawar dilaksanakan sebagai bentuk doa dan restu bagi para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, H. Impun Siregar menegaskan pentingnya menjaga niat, kekompakan, serta fokus dalam menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Ibadah haji adalah panggilan mulia. Luruskan niat semata-mata karena Allah, jaga kekompakan, serta patuhi seluruh rukun dan syarat haji agar ibadah yang dilaksanakan benar-benar sempurna,” ujar Impun saat melepas 20 orang jamaah dari Majelis Taklim Nisaa’ul Faadhilah yang berangkat tahun ini.
Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Kami mendoakan seluruh jamaah senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Impun berpesan agar para jamaah meninggalkan sejenak urusan duniawi dan memusatkan diri sepenuhnya pada ibadah. “Jaga adab selama di Tanah Suci, saling membantu antar sesama jamaah, serta manfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tepung tawar yang dirangkaikan dengan pembukaan perwiridan di setiap kelurahan. Menurutnya, tradisi ini memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat.
“Tepung tawar bukan sekadar tradisi, tetapi juga doa bersama sebagai bentuk harapan agar para jamaah diberikan keselamatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menunaikan ibadah haji,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan masyarakat kepada para calon jamaah haji agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji yang mabrur.
Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan, S.STP., M.AP., dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. “Ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental. Oleh karena itu, jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para jamaah untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara selama berada di Tanah Suci. Selain itu, Camat telah menginstruksikan kepada para lurah dan kepala lingkungan untuk turut menjaga keamanan lingkungan, khususnya rumah para jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji.
“Kami minta para lurah dan kepala lingkungan tetap peka terhadap kondisi wilayah, menjaga keamanan dari potensi gangguan seperti pencurian dan gangguan kamtibmas lainnya,” tegasnya.
Kegiatan tepung tawar dan pembukaan perwiridan perdana di lingkungan Harjosari I dan II berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Kecamatan Medan Amplas, Badrin, S.Ag., sebagai harapan agar seluruh jamaah haji diberikan keselamatan dan meraih predikat haji yang mabrur.

