Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan yang menyentuh langsung kehidupan umat. Kepala KUA Medan Amplas, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan mengarahkan seluruh penyuluh agama agar aktif memberikan edukasi keagamaan yang mampu membangun kesadaran spiritual dan sosial masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Syarto melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim Taqwa, Jalan Garu I, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (19/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Syarto menyampaikan materi bertema “Fikih Mu’āmalah: Tauhid Fondasi Aktivitas Mu’āmalah.” Tema ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat bahwa seluruh aktivitas ekonomi dan hubungan sosial dalam Islam harus dibangun di atas nilai-nilai tauhid dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Di hadapan jamaah, Syarto menjelaskan bahwa tauhid bukan hanya berkaitan dengan ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi dasar moral dalam menjalankan kehidupan sosial dan ekonomi sehari-hari.
“Tauhid melahirkan kesadaran bahwa seluruh aktivitas muamalah diawasi oleh Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim harus menjunjung kejujuran, amanah, keadilan, dan menjauhi segala bentuk kezhaliman dalam transaksi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan moral yang terjadi dalam aktivitas ekonomi modern sering muncul akibat hilangnya nilai-nilai keimanan dan tanggung jawab spiritual. Menurutnya, praktik perdagangan dan pekerjaan yang tidak dilandasi tauhid berpotensi melahirkan sikap curang, ketidakadilan, dan merugikan orang lain.
“Muamalah dalam Islam tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga keberkahan dan tanggung jawab akhirat. Ketika nilai tauhid diterapkan, maka aktivitas ekonomi akan berjalan dengan jujur, adil, dan membawa manfaat bagi banyak orang,” jelasnya.
Dalam tausyiahnya, Syarto juga mengajak masyarakat untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas kehidupan, baik dalam berdagang, bekerja, maupun berinteraksi sosial di lingkungan masyarakat.
“Kita harus menjadikan agama sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai aktivitas duniawi membuat kita lalai terhadap nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab kepada Allah SWT,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan tersebut dihadiri pengurus dan puluhan jamaah Majelis Taklim Taqwa yang tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai. Para jamaah menyimak materi dengan penuh perhatian karena dinilai sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.
Usai penyampaian materi, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, KUA Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjadikan tauhid sebagai dasar dalam seluruh aktivitas kehidupan, termasuk dalam bidang muamalah dan ekonomi, sehingga tercipta kehidupan yang lebih harmonis, adil, jujur, dan penuh keberkahan.

