Orang Tua Menjadi Pendidik Iman Pertama bagi Anak, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Persiapan Baptisan Bayi

Medan (Humas) – Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai iman kepada anak sejak usia dini. Melalui teladan hidup, doa, dan pendampingan yang berkelanjutan, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal kasih Allah dan bertumbuh dalam kehidupan Kristiani. Hal tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan pendampingan persiapan penerimaan Sakramen Baptis Bayi yang dilaksanakan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, kepada keluarga Sinaga/br. Hutabarat pada Selasa (28/7/2026) di kediaman mereka di Jalan Empat Lima, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pendampingan diikuti oleh pasangan suami istri Bapak Sinaga dan Ibu br. Hutabarat sebagai bagian dari persiapan sebelum anak mereka menerima Sakramen Baptis. Melalui pembinaan ini, keluarga diajak memahami bahwa baptisan bukan sekadar sebuah perayaan liturgi, melainkan awal dari perjalanan hidup dalam iman yang membutuhkan pendampingan orang tua secara berkelanjutan.

Dalam materinya yang bertajuk “Gambaran Sakramen Secara Umum”, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa sakramen merupakan tanda yang kelihatan dan efektif dari rahmat Allah yang ditetapkan oleh Kristus serta dipercayakan kepada Gereja. Ketujuh sakramen menjadi sarana kehadiran Allah yang menyertai umat-Nya dalam setiap tahap kehidupan, sekaligus memperkuat iman dan membawa keselamatan bagi setiap orang beriman.

Ia juga memberikan penjelasan khusus mengenai makna Sakramen Baptis sebagai pintu masuk ke dalam kehidupan Kristiani. Melalui baptisan, seorang anak diterima menjadi anggota Gereja dan memperoleh kehidupan baru sebagai anak Allah. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar untuk membimbing anak mengenal Tuhan melalui pendidikan iman yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Dalam Sakramen Baptis, bukan hanya anak yang dipersiapkan, tetapi juga orang tua dipanggil untuk menjadi pendidik iman yang pertama dan utama. Melalui teladan hidup, doa bersama, dan keterlibatan dalam kehidupan Gereja, orang tua menanamkan dasar iman yang akan menjadi bekal bagi anak sepanjang hidupnya,” ujar Roni Antonius Sitanggang.

Menurutnya, keluarga merupakan gereja kecil (ecclesia domestica) yang menjadi tempat pertama anak belajar tentang kasih, pengampunan, doa, dan nilai-nilai Kristiani. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan menggereja serta konsistensi dalam memberikan teladan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan pertumbuhan iman anak.

“Semoga melalui pembinaan ini, setiap keluarga Katolik semakin menyadari panggilannya sebagai gereja kecil yang menumbuhkan iman anak-anak sejak dini, sehingga mereka bertumbuh menjadi pribadi yang mengenal, mengasihi, dan mengikuti Kristus,” tuturnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan keluarga Sinaga/br. Hutabarat semakin memahami makna Sakramen Baptis sekaligus siap menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik iman bagi putra-putri mereka. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas melalui pembinaan keluarga, sehingga lahir generasi yang memiliki iman yang kokoh, karakter yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *