Medan (Humas) – Semangat kebersamaan dan pelayanan menjadi landasan bagi Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan penguatan rohani bagi para lanjut usia (lansia). Melalui ibadah bersama yang digelar di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL Yos Sudarso No.16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (29/7/2026), para penyuluh memberikan pendampingan spiritual sebagai bentuk kepedulian kepada para penghuni panti.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan. Para opa dan oma mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, mulai dari pujian, doa, hingga mendengarkan renungan Firman Tuhan. Kehadiran para penyuluh diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembinaan iman, tetapi juga menghadirkan semangat, penghiburan, dan harapan bagi para lansia.
Pelayanan tersebut melibatkan Penyuluh Agama Katolik, Zetra Hail Saragih dan Demaran Sigiro, bersama Penyuluh Agama Kristen Maruli Siburian, S.Th., Tiurma Butar Butar, S.Th., Natalina Hutagalung, S.PAK., dan Torang Berutu, S.Th. Ibadah dipimpin oleh seorang pendeta, pujian dipandu oleh Natalina Hutagalung, doa syafaat dipimpin oleh Zetra Hail Saragih, sedangkan renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Demaran Sigiro.

Dalam renungannya yang diambil dari Injil Lukas 10:38–42, Demaran Sigiro mengajak para peserta untuk meneladani kehidupan keluarga Betania sebagai contoh keluarga yang hidup dekat dengan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga nilai utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memiliki kerinduan untuk mendengarkan Firman Tuhan seperti Maria, semangat melayani dengan tulus seperti Martha, serta menjadi saksi atas kasih dan kuasa Tuhan sebagaimana Lazarus.
“Melalui keteladanan keluarga Betania, kita diajak untuk menjadi pribadi yang mau mendengarkan Firman Tuhan, setia melayani, dan berani menjadi saksi atas kasih serta mukjizat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun usia terus bertambah, semangat untuk mengasihi Tuhan dan sesama hendaknya tetap menyala di dalam hati kita,” ujar Demaran Sigiro.
Ia juga mengajak para lansia untuk tetap memelihara pengharapan kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Menurutnya, masa lanjut usia bukanlah akhir dari perjalanan pelayanan, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, ketekunan dalam iman, dan menjadi teladan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Suasana ibadah yang hangat dan penuh kebersamaan mendapat sambutan antusias dari para penghuni panti. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan sukacita, sehingga momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kehidupan rohani para lansia.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen diharapkan dapat terus menghadirkan pelayanan yang membawa kasih, penghiburan, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian dan pendampingan spiritual.

