Medan (Humas) — Komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama terus diwujudkan melalui berbagai bentuk edukasi dan dialog dengan masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Hal ini terlihat saat Plt. Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Karma Perangin-angin, S.Ag., menjadi narasumber dalam kegiatan wawancara yang dilakukan mahasiswa Universitas Mikroskill di Ruang Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Wawancara tersebut mengangkat tema “Kerukunan Umat Beragama di Indonesia” sebagai bagian dari kegiatan akademik mahasiswa untuk menggali informasi mengenai peran Kementerian Agama dalam menjaga dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Karma Perangin-angin menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi dan saling menghormati.
Ia juga memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama, di antaranya melalui program pembinaan umat, dialog lintas agama, edukasi nilai-nilai toleransi, serta penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Karma Perangin-angin menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.
“Kerukunan umat beragama adalah modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Kementerian Agama terus berupaya membangun semangat moderasi beragama melalui berbagai program pembinaan dan edukasi agar masyarakat mampu hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menghargai perbedaan yang ada,” ujar Karma Perangin-angin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan merawat harmoni sosial di tengah keberagaman. Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki posisi strategis dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
“Keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah anugerah yang harus kita jaga bersama. Generasi muda diharapkan menjadi pelopor dalam membangun kehidupan yang harmonis, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta mengedepankan dialog dan saling pengertian dalam menyikapi perbedaan,” tambahnya.
Kegiatan wawancara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi kerukunan umat beragama, tantangan yang dihadapi dalam menjaga harmoni sosial, serta langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Agama untuk memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan harmonis, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

