Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus berinovasi dalam menyampaikan dakwah dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Selain melalui kegiatan tatap muka, penyuluhan juga dilakukan melalui media penyiaran agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas serta memberikan manfaat yang semakin besar.
Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang mendorong seluruh penyuluh agama, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang prima, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjawab kebutuhan umat.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., mengisi program Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) On Air melalui Radio Aqila FM, Senin (29/6/2026). Dalam siaran tersebut, ia mengangkat tema “10 Muharram 1448 H: Meneladani Kesabaran Nabi Musa dan Menguatkan Kepedulian Sosial Umat.”
Dalam pemaparannya, Syarto menjelaskan bahwa tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah Islam yang sarat dengan nilai-nilai keimanan. Salah satu peristiwa besar yang diperingati pada hari tersebut adalah diselamatkannya Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari kejaran Fir’aun atas pertolongan Allah SWT.
Menurutnya, kisah Nabi Musa AS mengandung pelajaran yang sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini, yakni pentingnya kesabaran, keteguhan dalam mempertahankan kebenaran, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta keyakinan penuh terhadap pertolongan Allah SWT.
“Hari Asyura mengajarkan kepada kita bahwa setiap ujian pasti memiliki jalan keluar bagi orang-orang yang beriman. Nabi Musa AS memberikan teladan tentang kesabaran, keberanian, dan tawakal kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya tidak mudah berputus asa, tetapi terus berikhtiar dan yakin bahwa pertolongan Allah akan datang pada waktu yang terbaik,” ujar Syarto.
Selain mengulas nilai spiritual Hari Asyura, ia juga mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, keimanan yang kuat harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan membantu sesama, memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semangat Muharram bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial. Ketika kita berbagi rezeki, membantu mereka yang membutuhkan, dan menyantuni anak yatim, di situlah nilai-nilai Islam benar-benar hadir dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Siaran berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para pendengar Radio Aqila FM. Melalui sambungan telepon, sejumlah pendengar mengajukan pertanyaan mengenai amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram, keutamaan puasa Asyura, serta cara mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh pertanyaan dijawab secara argumentatif berdasarkan Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta pandangan para ulama, sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Pada sesi penutup, Syarto kembali mengajak umat Islam menjadikan Hari Asyura sebagai momentum untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita hidupkan Hari Asyura dengan memperbanyak ibadah, melaksanakan puasa sunnah, bersedekah, menyantuni anak yatim, mempererat silaturahmi, dan saling membantu. Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang sabar sebagaimana Nabi Musa AS, senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, serta mampu menghadirkan manfaat bagi sesama,” tutupnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh masyarakat diberikan keberkahan, keteguhan iman, serta kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui dakwah berbasis media elektronik ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan media penyiaran menjadi salah satu strategi Kementerian Agama dalam memperkuat fungsi penyuluhan agama sekaligus membangun masyarakat yang religius, moderat, peduli terhadap sesama, serta berakhlak mulia.

