Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus menguatkan fungsi pembinaan umat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada aspek ibadah, tetapi juga pada pendalaman makna Al-Qur’an agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh penyuluh agama, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas, edukatif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan BIMLUH di Majelis Taklim Nurul Huda, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang dihadiri pengurus majelis taklim dan puluhan jamaah itu mengangkat tema Tafsir Al-Qur’an QS. Al-Baqarah Ayat 243–245.
Dalam pemaparannya, Syarto menjelaskan bahwa mempelajari tafsir Al-Qur’an bukan sekadar memahami makna lafaz ayat, tetapi juga menggali hikmah dan pesan yang relevan untuk menjawab tantangan kehidupan di era modern.
Ia menjelaskan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 243–245 memuat banyak pelajaran penting tentang keimanan, keberanian, tanggung jawab, rasa syukur, dan semangat berinfak sebagai wujud kepedulian sosial.
Menurutnya, pesan pertama yang dapat dipetik dari ayat-ayat tersebut adalah pentingnya keberanian menghadapi tanggung jawab. Seorang muslim tidak boleh lari dari amanah yang diemban, baik sebagai anggota keluarga, pekerja, pemimpin, maupun bagian dari masyarakat.
“Al-Qur’an mengajarkan bahwa seorang mukmin harus memiliki keberanian menghadapi tantangan hidup, bukan menghindarinya. Amanah yang diberikan Allah SWT harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai pertolongan-Nya,” ujar Syarto.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian moral dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Menurutnya, seorang muslim harus mampu menjadi teladan dalam menjaga integritas serta tidak mudah goyah oleh tekanan maupun kepentingan duniawi.
Selain itu, Syarto mengingatkan bahwa kehidupan merupakan nikmat yang sangat berharga sehingga harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Kesempatan hidup adalah karunia Allah SWT yang tidak ternilai. Jangan biarkan usia berlalu tanpa makna. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk beribadah, berbuat baik, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” tuturnya.
Pada pembahasan QS. Al-Baqarah ayat 245, Syarto mengulas makna infak sebagai investasi akhirat. Ia menjelaskan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan Allah SWT tidak akan mengurangi rezeki seseorang, bahkan akan diganti dengan balasan yang berlipat ganda sesuai janji Allah.
“Harta terbaik bukanlah yang hanya tersimpan di tangan kita, melainkan yang dibelanjakan di jalan Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Infak dan sedekah merupakan investasi yang nilainya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat kelak,” jelasnya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para jamaah tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menghadapi dinamika kehidupan modern, mulai dari kehidupan keluarga, pekerjaan, hingga hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui dialog tersebut, para jamaah memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.
Kegiatan BIMLUH kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an, memiliki pemahaman yang benar terhadap kandungannya, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan bermasyarakat. Dengan demikian, Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, berakhlak mulia, dan berkemajuan.

