PAI Kemenag Medan Ajak Jamaah Maknai Hijrah sebagai Ikhtiar Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Area terus memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui Pengajian Rutin Majelis Taklim Al Muttaqin yang dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026), usai salat Magrib hingga Isya.

Pengajian yang menjadi agenda rutin setiap pekan kelima tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, H. Amri Sembiring, S.H.I., sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Berhijrah kepada yang Lebih Baik Lagi.” Materi tausiyah disampaikan dengan berlandaskan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Furqan ayat 63 dan Surah At-Taubah ayat 36.

Dalam tausiahnya, Amri Sembiring menjelaskan bahwa hijrah bukan hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi merupakan proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan keimanan, kualitas ibadah, akhlak mulia, serta meninggalkan segala bentuk perilaku yang tidak diridhai Allah Swt.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan di dunia maupun akhirat.

Dalam kesempatan tersebut, Amri Sembiring menegaskan bahwa semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui perubahan sikap, perilaku, dan cara berpikir yang lebih baik. Menurutnya, setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk terus memperbaiki diri selama masih diberikan kehidupan oleh Allah Swt.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju kebaikan yang dimulai dari hati, kemudian diwujudkan dalam amal perbuatan. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak diridhai Allah. Jangan pernah merasa terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Amri Sembiring.

Ia menambahkan bahwa majelis taklim memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran agama sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, jamaah diharapkan semakin memahami ajaran Islam secara utuh dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusias. Jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian hingga akhir acara, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman keagamaan melalui materi yang disampaikan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah Swt. agar seluruh jamaah diberikan keistiqamahan dalam berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, senantiasa memperoleh keberkahan, kesehatan, serta kekuatan untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *