Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, M. Zahid Nasution, Nurlely, dan Komala Dewi melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) Medan pada Hari Rabu, 01 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengimani Keesaan Allah sebagai Pondasi Kehidupan Seorang Muslim”, yang bertujuan memperkuat akidah serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh menjelaskan bahwa tauhid merupakan dasar utama dalam ajaran Islam. Keimanan kepada Allah Yang Maha Esa harus tertanam kuat dalam hati dan diwujudkan dalam setiap perilaku sehari-hari. Dengan keyakinan yang benar kepada Allah SWT, seseorang akan memiliki pegangan hidup yang kokoh, mampu menjauhi kemaksiatan, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri.
Penyuluh Agama Islam Heriansyah Harahap menyampaikan bahwa keimanan kepada Allah bukan hanya sebatas ucapan, melainkan harus dibuktikan melalui ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. “Mengimani keesaan Allah berarti meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Ketika tauhid tertanam kuat, maka hati akan lebih tenang, hidup menjadi terarah, dan seseorang akan memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Heriansyah Harahap.
M. Zahid Nasution menambahkan bahwa keimanan yang benar akan melahirkan akhlak yang mulia dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri selama masih diberikan umur oleh Allah SWT. “Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Jangan pernah putus asa dari rahmat-Nya. Jadikan keimanan kepada Allah sebagai awal dari perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna,” ungkapnya.
Sementara itu, Nurlely mengingatkan pentingnya menjaga ibadah sebagai bukti keimanan kepada Allah SWT. Ia mengajak warga binaan untuk membiasakan salat tepat waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa agar hati semakin dekat dengan Allah. Komala Dewi juga menekankan bahwa memperkuat akidah akan membantu seseorang menghindari pengaruh buruk serta membangun optimisme dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh perhatian dan kehangatan. Para warga binaan mengikuti materi dengan antusias, mengajukan berbagai pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai perjalanan spiritual mereka. Sesi diskusi berlangsung interaktif sehingga pesan-pesan tentang pentingnya mengimani keesaan Allah dapat dipahami dengan lebih baik dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keimanan.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap bimbingan keagamaan yang diberikan dapat menjadi bekal spiritual bagi warga binaan LRPPN BI Medan dalam menjalani proses rehabilitasi. Dengan akidah yang kuat, diharapkan mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik, menjauhi perbuatan yang dilarang agama, serta kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara.

