Penyuluh Katolik Medan Gelar Ibadat Pembinaan di LPKA Kelas I Medan, Tanamkan Harapan akan Pemulihan dalam Kristus

Medan (Humas) – Penyuluh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih dan Marulam Nainggolan, kembali melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi anak-anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan No. 27, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ibadat tersebut mengangkat tema “Milikilah Harapan untuk Disembuhkan Yesus”, sebagai ajakan kepada seluruh anak binaan agar tetap memiliki iman, pengharapan, dan semangat untuk memperbaiki diri di tengah proses pembinaan yang sedang dijalani.

Ibadat berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti secara antusias oleh para peserta. Dalam pelaksanaannya, Zetra Hail Saragih memimpin seluruh rangkaian ibadat, mulai dari kata pengantar, doa pembuka, liturgi, hingga doa penutup. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan menciptakan ruang refleksi bagi anak-anak binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalam pengantarnya, Zetra menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengalami pemulihan dan perubahan hidup ketika menaruh pengharapan kepada Tuhan.

“Setiap anak binaan memiliki masa depan yang berharga. Jangan pernah kehilangan harapan, sebab Yesus senantiasa membuka jalan pemulihan bagi siapa pun yang datang kepada-Nya dengan iman. Kiranya melalui ibadat ini, tumbuh semangat baru untuk menjalani proses pembinaan dengan hati yang penuh pengharapan,” ujarnya.

Renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Marulam Nainggolan dengan mendasarkan pembahasannya pada Injil Matius 9:1–8, yang mengisahkan Yesus menyembuhkan seorang lumpuh. Dalam renungannya, ia mengajak peserta untuk memaknai kisah tersebut sebagai pesan bahwa tidak ada keadaan yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk dipulihkan.

Menurut Marulam, kesembuhan yang diterima orang lumpuh dalam Injil berawal dari iman dan keberaniannya datang kepada Yesus. Oleh karena itu, setiap anak binaan diajak untuk tidak menjadikan masa lalu atau keadaan yang sedang dihadapi sebagai alasan untuk menyerah, melainkan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

“Jangan matikan harapanmu untuk meraih masa depan hanya karena kondisi yang sedang dialami saat ini. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran hidup dan datanglah kepada Yesus dengan iman. Sebagaimana orang lumpuh memperoleh kesembuhan karena datang kepada Yesus, demikian pula kita dapat mengalami pemulihan ketika berserah kepada-Nya,” ungkap Marulam.

Ia juga menekankan bahwa proses pembinaan di LPKA hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk membentuk karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab ketika kembali ke tengah masyarakat.

Para peserta mengikuti ibadat dengan penuh perhatian dan kekhusyukan. Mereka tampak antusias menyimak renungan serta mengikuti setiap rangkaian ibadat sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang rutin dilaksanakan di lingkungan LPKA Kelas I Medan.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap nilai-nilai iman, kasih, dan pengharapan yang ditanamkan mampu menjadi bekal bagi anak-anak binaan untuk bangkit dari masa lalu, memperbaiki diri, serta menatap masa depan dengan optimisme dan kepercayaan kepada Tuhan.

Kehadiran para penyuluh di LPKA Kelas I Medan merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui pendampingan spiritual yang berkelanjutan, diharapkan mereka semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter yang lebih baik, serta siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *