Medan (Humas) β Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., mengisi program Tausiyah Aqila di Radio Aqila 102,6 FM yang beralamat di Jalan Utama Nomor 212 Simpang Ismailiyah, Kota Medan, Jumat (3/7/2026). Tausiyah yang berlangsung mulai pukul 17.45 WIB hingga menjelang azan Magrib tersebut mengangkat tema βLima Kunci Ibadah yang Diterima Allah SWT.β Dalam siaran itu, Paidi didampingi oleh penyiar Windy sehingga penyampaian materi berlangsung komunikatif dan mudah dipahami oleh para pendengar.
Pada kesempatan tersebut, Paidi menjelaskan bahwa kunci pertama diterimanya ibadah adalah beriman kepada Allah SWT. Menurutnya, amal kebaikan yang dilakukan seseorang tidak akan bernilai sebagai ibadah apabila tidak dilandasi keimanan kepada Allah SWT. Ia mencontohkan Fir’aun yang meninggalkan bangunan piramida sebagai peninggalan sejarah dunia, namun hal itu tidak menjadi pahala baginya karena tidak memiliki keimanan kepada Allah SWT.
Selanjutnya, Paidi menyampaikan bahwa kunci kedua adalah niat yang ikhlas karena Allah SWT. Setiap amal ibadah hendaknya dilakukan semata-mata untuk mengharap rida Allah, bukan pujian ataupun pengakuan manusia. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW membangun Masjid Quba tanpa menisbatkan nama beliau sebagai nama masjid tersebut, sehingga menjadi teladan tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal.
Kunci ketiga, lanjutnya, adalah ibadah harus memiliki landasan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Ibadah yang dilakukan tanpa tuntunan syariat tidak dapat dibenarkan. Adapun kunci keempat adalah memenuhi rukun dan syarat ibadah. Apabila salah satu rukun atau syarat ibadah ditinggalkan, maka ibadah tersebut menjadi tidak sah sesuai ketentuan syariat Islam.
Terakhir, Paidi menjelaskan bahwa kunci kelima adalah tidak mempersekutukan Allah SWT (menjauhi syirik). Ia mengingatkan agar umat Islam tidak mencari pertolongan kepada dukun atau melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan akidah Islam. Menurutnya, menjaga kemurnian tauhid merupakan syarat utama agar seluruh amal ibadah diterima oleh Allah SWT.
“Ibadah yang diterima Allah SWT harus dibangun di atas lima kunci, yaitu beriman kepada Allah, ikhlas dalam berniat, sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, memenuhi rukun serta syarat ibadah, dan menjaga kemurnian tauhid dengan tidak mempersekutukan Allah SWT. Semoga setiap amal yang kita lakukan menjadi ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT,” ujar Paidi.
Melalui tausiyah di Radio Aqila 102,6 FM, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperbanyak amal, tetapi juga memastikan setiap ibadah dilakukan sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Dengan demikian, ibadah yang dikerjakan diharapkan benar-benar diterima dan mendapat rida Allah SWT.(Paidi).

