Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal melaksanakan kegiatan bimbingan dan pembinaan kerohanian (Bimroh) bagi pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa Medan, Jalan Palas III Nomor 19, Kota Medan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi, penguatan spiritual, serta menumbuhkan harapan agar para pasien senantiasa berikhtiar dan berdoa untuk memperoleh kesembuhan. Bimbingan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Paidi, S.Ag. dan Drs. H. Fuji, M.A.
Mengawali kegiatan,
Paidi menyampaikan materi bertema husnuzan atau berpikir positif. Ia menjelaskan bahwa sikap selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dan memandang setiap ujian dengan penuh optimisme akan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental maupun fisik. Menurutnya, pola pikir yang positif mampu mengurangi stres, menumbuhkan semangat hidup, serta memperkuat keyakinan bahwa setiap penyakit memiliki jalan kesembuhan atas izin Allah SWT.
“Husnuzan adalah sikap meyakini bahwa di balik setiap ujian selalu ada hikmah. Berpikir positif akan membentuk pribadi yang optimis, mengurangi kecemasan, dan menumbuhkan semangat untuk terus berikhtiar meraih kesembuhan,” ujar Paidi.
Selanjutnya, Fuji menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang membahayakan diri sendiri. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, menganiaya diri sendiri merupakan perbuatan yang dilarang. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya menjauhi tindakan menyakiti diri, penyalahgunaan narkoba, maupun pikiran-pikiran negatif yang dapat merusak kesehatan jasmani dan rohani.
“Islam mengajarkan kita untuk menjaga diri sebagai amanah dari Allah SWT. Jangan menyakiti tubuh dengan benda tajam, menjauhi narkoba, serta mengendalikan pikiran agar tetap dipenuhi harapan dan kebaikan,” pesan Fuji.
Kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dan kekhidmatan. Para pasien mengikuti bimbingan dengan antusias hingga acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Fuji.Melalui kegiatan ini, KUA Medan Sunggal berharap bimbingan kerohanian dapat menjadi bagian dari proses pemulihan pasien, menumbuhkan optimisme, memperkuat keimanan, serta menghadirkan ketenangan hati dalam menjalani proses penyembuhan.(Paidi).

