Penyelenggara Katolik Medan Sosialisasikan Pesparani 2026 di Paroki Padre Pio Helvetia, Dorong Partisipasi Aktif Seluruh Paroki

Medan (Humas) – Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, M.SP., bersama tim melaksanakan sosialisasi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kota Medan Tahun 2026 di Kantor Paroki Padre Pio, Jalan Beringin III No. 9, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus mengajak seluruh paroki untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan Pesparani Kota Medan Tahun 2026.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Pinta Omastri Pandiangan didampingi Penyuluh Bimas Katolik Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., serta Maniur Rumapea selaku Wakil Ketua Pesparani Kota Medan. Kehadiran tim disambut hangat oleh Pastor Paroki Padre Pio, Pastor Hilarius Kemit, OFMCap, bersama Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Darwin Manalu, yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Pesparani sebagai wadah pembinaan iman dan pengembangan talenta umat.

Dalam pemaparannya, Pinta Omastri Pandiangan menjelaskan bahwa Pesparani Kota Medan Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan agenda pembinaan umat Katolik yang memadukan pengembangan seni liturgi, penguatan spiritualitas, serta pembentukan karakter melalui kompetisi yang sehat dan bernilai edukatif.

“Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi media pembinaan iman, pengembangan talenta, serta sarana mempererat persaudaraan di antara umat Katolik. Karena itu, kami mengajak seluruh paroki untuk mempersiapkan peserta terbaik sejak dini agar dapat berpartisipasi secara optimal,” ujar Pinta Omastri Pandiangan.

Pada kesempatan tersebut, tim juga memaparkan delapan kategori yang akan diperlombakan, yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran, Mazmur Dewasa, Mazmur Orang Muda, Mazmur Remaja, Mazmur Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, Cerdas Cermat Rohani Anak, serta Bertutur Kitab Suci Anak. Beragam kategori tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi setiap paroki untuk mengembangkan potensi umat dari berbagai kelompok usia.

Menurut Pinta, keberhasilan penyelenggaraan Pesparani sangat ditentukan oleh sinergi dan dukungan seluruh paroki di Kota Medan. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi, serta mendorong setiap paroki mempersiapkan peserta secara lebih matang.

“Kami berharap seluruh paroki dapat mengambil bagian dalam Pesparani Kota Medan 2026. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menampilkan kemampuan seni liturgi, tetapi juga memperkuat iman, membangun persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam kehidupan menggereja. Semoga Pesparani menjadi momentum lahirnya generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan mampu melayani Gereja serta masyarakat,” tambahnya.

Pastor Paroki Padre Pio, Pastor Hilarius Kemit, OFMCap, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kota Medan. Menurutnya, Pesparani merupakan kegiatan yang sangat positif dalam membina umat, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai liturgi dan aktif dalam kehidupan menggereja.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Pesparani dan siap mendukung program ini. Semoga kegiatan ini menjadi sarana bagi umat, terutama kaum muda, untuk mengembangkan talenta sekaligus memperdalam penghayatan iman melalui pelayanan liturgi,” ungkap Pastor Hilarius.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Selain pemaparan teknis pelaksanaan lomba, peserta juga berdiskusi mengenai mekanisme pendaftaran, persiapan kontingen, serta strategi pembinaan peserta di tingkat paroki.

Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh paroki dalam meningkatkan kualitas pembinaan umat. Diharapkan, Pesparani Kota Medan Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, melahirkan peserta-peserta terbaik, serta menjadi sarana memperkuat iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan di lingkungan Gereja Katolik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *