Medan (Humas) – Mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman menjadi pesan utama dalam bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam kepada jamaah Majelis Taklim Gabungan di Musholla Fadilah, Jalan Sipirok, Medan–Deli Serdang, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Alhuda, S.Sos.I., dengan materi bertajuk “Indahnya Keberagaman Merajut Kebersamaan”.
Bimbingan keagamaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak antusias mengikuti setiap sesi kajian, yang tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dialog interaktif mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pemaparannya, Alhuda menjelaskan bahwa keberagaman merupakan ketetapan Allah SWT yang harus diterima dengan rasa syukur dan disikapi secara arif. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai perbedaan, mempererat ukhuwah, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama sebagai wujud pengamalan nilai-nilai ajaran agama.
“Keberagaman adalah sunatullah yang harus kita syukuri. Jika disikapi dengan bijaksana, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, mempererat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan yang damai. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh atau bermusuhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah agar senantiasa membiasakan sikap saling menghormati, menjaga lisan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, keharmonisan dalam keluarga maupun masyarakat hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kepedulian, rasa saling menghargai, dan semangat untuk menjaga persatuan.
“Membangun kebersamaan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati pendapat orang lain, saling membantu ketika ada yang membutuhkan, serta menghindari ucapan maupun tindakan yang dapat memicu perpecahan. Jika nilai-nilai ini kita amalkan, insyaallah kehidupan yang damai dan rukun akan terus terpelihara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alhuda menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Keimanan, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga melalui perilaku yang mencerminkan kasih sayang, kepedulian, serta penghormatan kepada sesama.
“Keimanan yang kuat harus tercermin dalam akhlak yang baik. Ketika kita mampu menjaga persaudaraan, menghormati sesama, serta menebarkan kebaikan di mana pun berada, maka kita telah ikut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi mengenai tantangan menjaga persatuan di tengah kehidupan yang semakin beragam. Berbagai pengalaman dan pandangan yang disampaikan peserta menambah semarak jalannya kajian serta memperkaya pemahaman tentang pentingnya membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan sebagai upaya membangun masyarakat yang rukun, moderat, dan saling menghormati. Diharapkan materi yang disampaikan dapat menjadi inspirasi bagi jamaah untuk terus mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.

