Medan, (Humas). Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, S.Th.I., M.Ag., mengikuti kegiatan Webinar Series Harmony Talks #Batch 5 yang diselenggarakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia secara virtual melalui Zoom Meeting pada Jumat (24/07/2026).
Webinar mengangkat tema “Strategi Peningkatan Indeks Kota Toleran dan IKUB melalui Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat” sebagai upaya memperkuat pemahaman tentang pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus penguatan wawasan bagi para penyuluh agama dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Materi webinar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Ketiga dimensi tersebut menjadi dasar dalam pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang digunakan sebagai salah satu indikator kualitas kehidupan beragama di Indonesia serta menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan bidang keagamaan.
Kegiatan ini menghadirkan M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D., Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, sebagai keynote speaker. Sementara itu, dua narasumber yang memberikan pemaparan adalah Dr. H. M. Arfi Hatim, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama, serta Dr. Halili Hasan, S.Pd. M.A., Direktur Eksekutif SETARA Institute. Melalui paparan yang komprehensif, para peserta diajak memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga toleransi, memperkuat kerukunan, serta membangun kehidupan yang damai di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Materi yang disampaikan juga selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Dalam pemaparannya, Dr. H. M. Arfi Hatim menyampaikan materi tentang Indeks Kerukunan Umat Beragama: Sebagai Parameter Pembangunan Kerukunan Umat Beragama menegaskan bahwa kerukunan umat beragama dibangun melalui tiga pilar utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan saling menghormati. Konsep tersebut juga menjadi dasar pengukuran IKUB yang digunakan pemerintah untuk menilai kualitas kerukunan umat beragama sekaligus menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan bidang keagamaan.
Sementara itu, Dr. Halili Hasan menyoroti tentang Agenda Kolektif Pemajuan Toleransi dalam Tata Kebhinnekaan. menekankan tentang pentingnya penguatan ruang digital sebagai bagian dari upaya merawat toleransi di era modern. Ia menyampaikan bahwa di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai toleransi, mempererat kebersamaan, serta merawat kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, penguatan modal sosial dan literasi digital menjadi kunci agar semangat kebinekaan terus tumbuh dan mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan sosial di era transformasi digital.
Keikutsertaan Sulaiman dalam webinar ini merupakan bagian dari komitmen KUA Kecamatan Medan Labuhan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas penyuluh agama dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan kepada masyarakat. Sulaiman mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut karena memberikan wawasan yang sangat bermanfaat mengenai strategi penguatan kerukunan umat beragama melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tugas penyuluh agama di lapangan. Wawasan yang diperoleh akan menjadi bekal untuk diimplementasikan dalam berbagai kegiatan penyuluhan di wilayah binaan, sehingga dapat memperkuat semangat toleransi, mempererat persaudaraan, serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis sesuai dengan semangat Penyuluh Bergerak dan Kemenag Berdampak” ungkap Sulaiman.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini, KUA Kecamatan Medan Labuhan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya masyarakat yang moderat, inklusif, dan harmonis, sekaligus memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman Indonesia.

