Medan (Humas) – Penyuluh Kristen Kemenag Medan, Dr. Saronisa Ginting, menghadiri sekaligus memberikan pembinaan rohani pada kegiatan Ibadah Lansia Oikumene Primbanan yang digelar di Aula Kolam Primbanan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang disponsori oleh keluarga almarhum Bapak Jendral Tarigan tersebut diikuti oleh para lansia dari berbagai denominasi gereja. Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan terus mendorong penguatan iman dan kebersamaan sebagai wujud nyata kehidupan beragama yang harmonis.
Ibadah dipandu oleh Verawati Butar Butar, M.Pd., selaku moderator dan menghadirkan pendeta dari berbagai denominasi gereja secara bergantian sesuai keputusan para pengurus. Sebelum pelayan firman naik ke mimbar, pembina rohani bersama pengurus terlebih dahulu mendoakan pelayan sebagai bentuk dukungan dalam pelayanan. Rangkaian kegiatan diawali dengan berenang bersama, dilanjutkan sarapan, kemudian ibadah yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.
Pembina Rohani, Dr. Saronisa Ginting, menyampaikan bahwa ibadah oikumene menjadi sarana bagi para lansia untuk semakin memperkokoh iman sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman denominasi gereja. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui persekutuan menjadi kekuatan bagi para lansia untuk terus bertumbuh dalam kehidupan rohani. “Melalui ibadah oikumene ini, kami mengajak para lansia untuk terus memperkokoh iman, saling menguatkan, dan memelihara kebersamaan sebagai wujud kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga membangun keakraban antarpeserta melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Olahraga, sarapan bersama, dan persekutuan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani sekaligus memperkuat hubungan antarsesama. “Kami berharap para lansia tetap sehat, memiliki sukacita, serta terus mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan mereka,” katanya.
Menurut Saronisa, kehadiran pendeta dari berbagai denominasi mencerminkan semangat oikumene yang mengedepankan persatuan dalam perbedaan. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi teladan bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang rukun, saling menghargai, dan penuh kasih. Melalui kebersamaan yang terjalin, para lansia juga dapat saling memberikan dukungan dan penguatan dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh sukacita dan antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. Melalui pembinaan rohani tersebut, Penyuluh Kristen Kemenag Medan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang memperkuat iman, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Kemenag Medan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan umat yang inklusif dan harmonis.

