Ingat Dosa sebagai Jalan Meraih Kerendahan Hati, Pesan Bimluh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan

Medan (Humas) – Muhasabah menjadi salah satu kunci bagi seorang muslim untuk menjaga keikhlasan dan meraih kerendahan hati dalam menjalani kehidupan. Dengan senantiasa mengingat dosa serta melupakan kebaikan yang telah dilakukan, seseorang akan terdorong untuk terus memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut menjadi pokok pembahasan yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Al Huda, S.Sos.I., dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim Musholla Ar-Ridwan, Rabu (29/7/2026).

Dalam penyampaiannya, Al Huda menjelaskan bahwa mengingat dosa dan kekurangan diri akan mendorong seseorang untuk senantiasa bertaubat, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki amal ibadah. Sebaliknya, terlalu mengingat kebaikan yang telah dilakukan dapat menumbuhkan rasa ujub dan kesombongan yang berpotensi mengurangi nilai amal di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga hati agar tetap rendah diri serta tidak mudah merasa puas dengan amal yang telah dikerjakan.

“Orang yang selalu mengingat dosanya akan lebih mudah bermuhasabah, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki amalnya. Sebaliknya, jika seseorang terus mengingat-ingat kebaikannya, dikhawatirkan akan muncul rasa ujub yang dapat merusak keikhlasan dalam beribadah,” ujar Al Huda.

Ia menambahkan bahwa kerendahan hati merupakan akhlak yang harus terus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seluruh amal kebaikan hendaknya dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, bukan untuk memperoleh pujian ataupun pengakuan dari sesama manusia. Dengan menjaga keikhlasan, seorang muslim akan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlaknya.

“Jangan pernah merasa paling baik karena kita masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, dan menyerahkan seluruh amal kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan,” pesannya di hadapan jamaah.

Kegiatan bimluh berlangsung dengan suasana khidmat dan mendapat respons yang antusias dari jamaah Majelis Taklim Musholla Ar-Ridwan. Para peserta mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian hingga kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan tersebut, Kemenag Medan berharap masyarakat semakin terdorong untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan sikap tawaduk, serta istiqamah dalam beribadah dan beramal saleh dengan penuh keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *