Medan (Humas) – Peran seorang ibu dalam keluarga tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga menjadi pendidik pertama yang membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian mereka. Keteladanan yang ditunjukkan melalui sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari akan menjadi bekal berharga bagi anak dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim An Nur pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu diikuti dengan antusias oleh para jamaah. Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Hakim mengajak para ibu untuk menyadari besarnya amanah yang diberikan Allah SWT dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Menurut Abdullah Hakim, seorang ibu shalihah merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari sosok ibu, anak belajar mengenal nilai-nilai keimanan, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, serta berbagai akhlak terpuji yang akan menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian mereka hingga dewasa. Karena itu, seorang ibu perlu terus meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki akhlaknya agar mampu menjadi teladan terbaik bagi keluarga.
“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari seorang ibu akan menjadi bekal dalam membentuk akhlak serta kepribadian mereka hingga dewasa,” ujar Abdullah Hakim.
Ia juga menjelaskan bahwa keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah berawal dari hubungan yang baik antara anggota keluarga dengan Allah SWT dan sesama manusia. Kebiasaan mengajarkan salat, membaca Al-Qur’an, membiasakan doa, serta menanamkan akhlak mulia sejak dini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Abdullah Hakim mengingatkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka. Dengan kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan yang konsisten, keluarga akan menjadi benteng utama dalam menjaga anak dari berbagai pengaruh negatif.
“Jadilah ibu yang mampu menghadirkan keteladanan melalui akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, dan kesabaran dalam mendidik anak. Insyaallah, dari rumah yang dipenuhi nilai-nilai Islam akan lahir generasi yang berakhlak mulia dan menjadi kebanggaan keluarga di dunia maupun di akhirat,” pesannya kepada jamaah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak menyimak materi dengan penuh perhatian dan aktif mengikuti sesi tanya jawab. Antusiasme jamaah menunjukkan besarnya kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar agar seluruh peserta diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai ibu sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak mereka.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga. Diharapkan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan dalam lingkungan rumah tangga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, serta siap menjadi penerus bangsa yang membawa manfaat bagi masyarakat.

